oleh

268 Juta Penduduk Indonesia Bisa Selamat Kejiwaannya Melalui Genggaman Anda

KABARSINJAI.COM, – Jumlah pasien yang positif terinfeksi virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah  325 orang, sehingga total ada 6.248 hingga Sabtu (18/4). Dari jumlah tersebut, sebanyak 535 di antaranya meninggal dunia dan 631 orang dinyatakan telah sembuh dari Cobid-19.

Hal itu disampaikan juru bicara pemerintah khusus penanganan Covid-19, Achmad Yurianto konferensi pers, di Graha BNPB, Jakarta. Jumlah kasus virus corona di Indonesia masih terus meningkat.

Demi menekan laju penyebaran, sejumlah pemerintah daerah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pemberlakuan PSBB harus seizin Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Sejauh ini, daerah yang telah menerapkan PSBB antara lain Provinsi DKI Jakarta, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota dan Bogor, Kota dan Kabupaten Tangerang, serta Kota Tangerang Selatan.

Kemudian, Kota Pekanbaru di Riau, Kota Makassar di Sulawesi Selatan, dan Kota Tegal di Jawa Tengah. Tentu saja PSBB ini perlu disosialisasikan seperti apa modelnya, apa yang harus dilakukan dan hal-hal lain apa yang penting disampaikan. Ini juga akan menjadi pemicu stress masyarakat.

Maka dari itu cara persuasif dalam menyampaikan informasi sangatlah penting. Kabar di atas jika tidak disampaiakn dengan bijak akan menyebabakan kepanikan yang luar biasa di masyarakat. Terlebih kepada orang yang tidak stabil kejiwaanya.

Layaknya seorang supir maka anda bisa mengantarkan penumpang anda kemanapun tujuan yang ingin dituju. Namun anda juga sebagai seorang supir bias mengantarkan penumpang anda  ke tempat yang bias saja mebahayakan atau bahkan kecelakaan. Itulah kenapa, seorang supir itu sangatlah vital posisinya dalam menyelamatkan penumpangnya kemanapun tujuannya.

Dengan keadaan seperti sekarang ini, Indonesia membutuhkan orang-orang yang bijak dalam bersosial media, menyebarkan informasi-informasi yang positif kepada masyarakat. Memang, waspada pada Virus Corona, sangatlah penting namun menjadi membuat masyakat menjadi panic dan ketakutan berlebihan itu sangat tidak baik.

Selain bias menurunkan tingkat imunitas, ternyata bisa membawa dampak kejiawaan yang tidak stabil. Sebut saja masalah-masalah psikososial seperti kecemasan berat, panik bahkan melahirkan banyak emosional negative karena keadaan ini. Tidak jarang kita menemukan seorang warga yang panic membeli dan memborong kebutuhan yag seharusnya tak harus dibeli (panic buying).

Ternyata secara psikologi ini mempengaruhi masyarakat luas untuk melakukan hal yang sama, sehingga jadilah kepanikan berlebihan di tengah-tengah masyatakat. Contoh yang lain, sekarang sulit anda batuk di tempat umum ketimbang membuang angina.

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU