oleh

5.600 Data Invalid, Pemkab Sinjai Segera Benahi DTKS Bermasalah

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Hasil penginputan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) di kabupaten Sinjai hingga 31 Juli 2021 sebanyak 34.240 kepala keluarga (KK). Jumlah ini dengan persentase 99,99 persen.

Hanya saja dari data tersebut sekitar 5,600 data ditemukan data yang tidak valid. Itu diakibatkan beberapa hal termasuk ketidaksesuain nomor induk kependudukan (NIK).

“Sekitar 5.600 data invalid seperti belum pernah melakukan perekaman KTP elektronik hingga kesalahan dalam penginputan identitas pada sistem aplikasi yang ada”, kata Kadis Sosial, Andi Muhammad Idnan dalam rapat evaluasi perbaikan DTKS yang dipimpin Wakil Bupati Sinjai Hj Andi Kartini Ottong di ruang pola kantor Bupati Sinjai, Selasa (3/8/2021)

Hal tersebut, kata Idnan menjadi perhatian Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) terkait percepatan perbaikan DTKS.

BACA JUGA: Terlibat Narkoba, Guru Honorer di Sinjai Bersama Rekannya Digulung Polisi

Menurut Idnan, Bupati ASA mengharapkan kepada Dinas Sosial, Camat dan pemerintah desa, pendamping PKH serta TKSK untuk menyelesaikan semua data yang tidak valid (invalid) ini dalm kurung waktu satu minggu kedepan.

“Dari pemutakhiran data yang kami lakukan masih ada sekitar 5600 jiwa data DTKS yang tidak valid dan ini menjadi penekanan bapak Bupati agar ini segera diperbaiki dalam waktu sepekan karena beliau tidak ingin ada warga yang tidak mendapatkan bansos hanya karena datanya tidak diperbaiki”, ucapnya.

Olehnya itu, pihaknya bersama dengan Pemerintah Kecamatan, desa termasuk Disdukcapil akan melakukan pendataan secara door to door terhadap data yang tidak valid ini agar tetap masuk dalam DTKS sehingga tetap menerima bansos dari pemerintah.

Andi Idnan melanjutkan bahwa pemutakhiran DTKS seyogyanya telah berakhir sejak tanggal 31 Juli 2021, namun berdasarkan arahan dari Bupati ASA, pihaknya meminta waktu ke Kementerian dan mengajukan persuratan resmi untuk dilakukan perbaikan data DTKS secepatnya.

“Mudah-mudahan dengan kolaborasi seluruh stakeholder terkait, pekan depan semua data yang tidak valid sudah kita perbaiki sehingga tidak ada lagi masyarakat yang dirugikan karena data yang tidak valid dan ini yang menjadi harapan dari Pak Bupati,” tuturnya.

BACA JUGA: Temui Bupati ASA, Bawaslu Sinjai Bakal Gelar Kemah Pengawasan

Jika perbaikan data ini tidak dilakukan dalam bulan Agustus ini maka data yang tidak valid ini dihapus oleh Kemensos dan tidak akan menerima lagi bansos yang digulirkan oleh pemerintah selama ini.

Andi Idnan menambahkan bahwa dari hasil perbaikan pemutakhiran DTKS yang dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Sulsel, Sinjai masuk dalam kateori tiga besar terbaik dalam hal perbaikan DTKS, hal ini juga tidak lepas dari dukungan seluruh pihak dimana sebelumnya data yang tidak valid di Sinjai ini berjumlah sekitar 12 ribu kemudian turun menjadi 5 ribu lebih. (Tim)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU