oleh

Gagal Panen, Petani di Sinjai Lebih Memilih Tanaman Padinya Dijadikan Pakan Ternak

KABARSINJAI.COM, Sinjai – Petani di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Sinjai, dipastikan gagal panen akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Kekeringan terjadi karena tidak adanya pasokan air.

Seperti yang dialami Suhra, warga kampung Macconggi, Desa Lamatti Riawang, Kecamatan Bulupoddo.

Tanaman padi milliknya yang tidak bisa terselamatkan akibat kekeringan ini hanya dimanfaatkan untuk makanan ternak.

Baca Juga: Pulang Kampung, Uul Disambut Bupati Sinjai dan Berjanji Perhatikan Pendidikannya

“Mau diapalagi pak, dari pada begini lebih baik jadi makanan kambing saja”, Kata Suhra, Minggu (25/08) saat ditemui ditengah sawahnya.

Ibu paruh baya ini bahkan mengaku jika sudah satu bulan lebih hujan tak pernah turun. “Ada irigasi pak tapi tidak ada bendungannya”, Ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, lebih baik dimanafaatkan sebagai makanan ternak saja.

“Ini sudah tiga hari kambing saya ditengah hamparan padi yang dipastikna gagal panen akibat kekeringan, kalau rugi ya pasti merugilah kita sebagai petani”, Terangnya

Bukan hanya Suhra, hal yang sama juga dirasakan Sohra, Ia memotong padi miliknya untuk dijadikan pakan ternak.

Diakuinya tanaman padi dibeberapa petak sawahnya ikut berdampak kekeringan tahun ini, sehingga dimanfaatkan jadi makanan sapi peliharaan.

Baca Juga: Tegas, Dinkes Sinjai Terapkan Denda 100 Ribu yang Merokok di Area Kantor

Desa Lamatti Riawang merupakan satu dari sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan di sinjai tahun ini, dimana lahan padi yang gagal panen berkisar 70 Hektar.

Menurut warga, sudah seblum lebih hujan tidak turun yang diperparah saluran irigasi yang juga sudah tidak mengalirkan air ke sawah.

Petani yang terlanjur mengeluarkan biaya tanam seperti menyewa Hand Traktor, membeli pupuk dan bibit pun terpaksa menanggung rugi. (*)

Editor/Bahar

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU