oleh

Begini Jadinya Pacari Dua Lelaki, Setelah Hamil Tidak Ada yang Mau Tanggungjawab

-Daerah, Ragam, Terbaru-5.728 views

KABARSINJAI.COM, – ITULAH resiko pacaran dengan dua lelaki sekaligus. Ketika dua-duanya minta “nyetrom” Ny. Asfiah, 30, tak mampu menolak. Nah, begitu hamil, baik si Bambang, 29, maupun Tono, 28, tak mau tanggungjawab.  Saking bingungnya, bayi dilahirkan paksa sampai kemudian Asfiah jadi urusan polisi.

Hidup menjanda di kala muda memang menjadikan sangat kesepian. Banyak yang lalu menjalin asmara diam-diam dengan seorang lelaki, sampai kemudian berbuat layaknya suami istri. Mending jika lelakinya tanggungjawab ketika terjadi kehamilan. Di banyak kasus, si cowok kabur setelah hasil “setroman”-nya berhasil jadi orok. Tentu saja si janda bingung dibuatnya.

Ny. Asfiah yang tinggal di Tasikmalaya, justru bingungnya dua kali. Sebab rekanan pacarnya dua sekaligus, dan satu sama lain sengaja dirahasiakan tidak saling kenal. Asfiah memang tak mau mereka terlibat konflik horizontal gara-gara dirinya. Tambah celaka lagi, sebetulnya Asfiah juga kurang tepat disebut janda, sebab dia statusnya masih bersuami. Cuma, sang kepala rumahtangga itu pergi tanpa pesan sejak 4 tahun lalu.

Memang, sejak suami pergi tanpa pesan, entah minggat entah mokat (mati), Ny. Asiah sungguh kesepian. Tapi dia tak pernah menunjukkan rasa sepinya itu, takutnya nanti disebut perempuan gatel. Padahal aslinya memang gatel betul, hanya saja ini takkan sembuh oleh obat Kalpanax maupun Salep 88.

Setahun hidup semi janda, dia kenal dengan Bambang warga tetangga desa. Keduanya pun pacaran secara intensif. Disebut demikian gaya pacaran mereka memang tidak hanya jalan dan jajan bareng, tapi juga sampai tidur bareng pula. Tahu sendirilah lelaki dan wanita bukan muhrimnya tidur bareng, tentu malah tidak bisa tidur karena ada kesibukan lain nan signifikan.

Di lain waktu muncul pula cowok lain, namanya Tono. Dia juga memacari Asfiah, karena tidak tahu bahwa perempuan itu sudah punya gebetan. Konyolnya, si semi janda ini tidak menghindarinya, tapi diterima juga sebagai kekasih. Padahal seperti kekasih pertama, rekanan baru itu juga mengajak tidur bareng. Akhirnya dilayani juga. Hanya dalam hatinya Asfiah membatin, kok dua cowok ini penakut semua, jika tidur kok selalu minta ditemani. Padahal tak pernah ada momok di Tasikmalaya.

Ternyata mengasyikkan juga punya kekasih dua sekaligus, sebab Asfiah kini tak pernah kesepian lagi. Cuma dia harus pandai-panda mengelola menejemen selingkuhnya. Jangan sampai “kres” di suatu tempat. Kalau KA, salah satu bisa ditahan  untuk memberi kesempatan lewat duluan. Lha kalau cowok, ya pasti ngamuklah.

Demikianlah, karena dua-duanya rutin “nyetrom” Asfiah, ketika hamil dia jadi kebingungan. Mau minta tanggungjawab sama yang mana? Tapi biar tak ketahuan mendua, dua-duanya dimintai pertanggungan jawab untuk menikahi. Tapi dua-duanya sama sikapnya, hanya janji entar-entar melulu.

Karena janin di perutnya semakin gede, akhirnya Asfiah melahirkan dengan paksa, dengan cara diurut sendiri. Tapi begitu lahir langsung mati. Saat mengubur si bayi malam-malam ada tetangga yang bertanya, dijawabnya ngubur bangkai kucing. Tapi warga jadi curiga. Setelah Asfiah masuk, diam-diam digali lagi, ternyata orok! Warga pun lapor polisi dan Asfiah ditangkap. “Saya bingung pak, pacar saya dua dan dua-duanya tak mau tanggungjawab,” ujar Asfiah sambil terisak.

Untung RKUHP ditunda, kalau sudah disahkan, sanksi hukumnya numpuk tuh. (gunarso ts)

Sumber berita Poskotanews.com

Wsitor  / Bahar

 

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU