BPBD Sinjai Catat 56 Kejadian Bencana Selama Tahun 2023, Tidak Ada Korban Jiwa

KABARSINJAI Berdasarkan hasil rekapitulasi data bencana Kabupaten Sinjai  tahun 2023 yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) Pusdalops BPBD menunjukkan adanya tren penurunan kejadian bencana dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, Drs Budiaman, Jumat (29/12/2023).

Dikatakan bahwa selama kurun waktu tahun 2023, BPBD Sinjai mencatat 56 kejadian bencana yang 100 % merupakan bencana hidrometereologi berupa banjir 7 kejadian yang tersebar pada 8 titik, longsor 19 kejadian, tanah bergerak 1 kejadian, angin kencang 19 kejadian, kekeringan 1 kejadian, dan karjutlabun 9 kejadian.

“Meskipun dari 56 kejadian bencana di sepanjang tahun 2023 menimbulkan kerusakan fasilitas umum, rumah warga dan kerugian material yang mencapai ratusan juta rupiah, dan 1 warga mengalami luka akibat tertimpa longsoran di Desa Arabika Kecamatan Sinjai Barat, namun tidak mengakibatkan adanya korban jiwa meninggal dunia”, Terangnya.

Budiaman menyebutkan kejadian bencana tahun 2023 ini turun 35 % dibanding kejadian bencana tahun 2022 yang mencapai 86 kejadian setelah mengalami kenaikan berturut-turut dari 69 kejadian pada tahun 2021 dan 34 kejadian pada tahun 2020 dari 89 kejadian yang tercatat sepanjang tahun 2019.

Potensi Ancaman Bencana Tahun 2024

Mencermati tingginya potensi ancaman bencana alam di wilayah Kabupaten Sinjai, maka untuk tahun 2024 perlu menjadi perhatian semua pihak untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, memperkuat sinergitas dalam melakukan mitigasi bencana alam, serta meningkatkan kapasitas hingga ke kelompok masyarakat dan keluarga.

Berdasarkan sejarah kebencanaan yang pernah terjadi di Kabupaten Sinjai, serta dengan memperhatikan wilayah-wilayah rentan terjadi bencana khususnya pasca kemarau 2023, maka potensi ancaman bencana yang harus terus diwaspadai adalah bencana hidromtereologi basah berupa banjir, longsor dan tanah bergerak tanpa harus mengabaikan potensi bencana geologi.

Adapun beberapa wilayah di Kabupaten Sinjai yang dinilai rawan bencana meliputi Kecamatan Sinjai Borong, Sinjai Barat, Sinjai Tengah, dan sebagian Sinjai Selatan, sebagian wilayah Sinjai Utara dan Kecamatan Bulupoddo rawan bencana longsor dan tanah bergerak.

Sementara wilayah yang rawan banjir meliputi sebagian wilayah Kecamatan Sinjai Utara, Sinjai Timur, Tellulimpoe, Sinjai Selatan dan Kecamatan Bulupoddo.

Sedangkan potensi ancaman angin kencang meliputi sebagian wilayah Kecamatan Sinjai Borong, Sinjai Barat, Kecamatan Sinjai Timur, Kecamatan Sinjai Utara dan Kecamatan Pulau Sembilan. (**)