BPJS Kesehatan Perkenalkan Penerapan Aplikasi E-claim Primer ke Dinkes Sinjai

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Penerapan E-Claim Primer pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di sosialisasikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Watampone kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai.

Sosialisasi tersebut berlangsung Senin (23/8/19) di Aula Pertemuan Dinkes Sinjai, dan diikuti penanggung jawab sistem informasi atau pengentri klaim non kapitasi Puskesmas se-Kabupaten Sinjai.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Watampone, Kamaluddin Fakih, mengatakan sosialisasi ini dilakukan dalam rangka adanya perubahan aplikasi sebelumnya terkait perekaman data pelayanan peserta BPJS Kesehatan yang kini telah secara digitalisasi.

Sosialisasi ini sebenarnya, kata dia mestinya dilakukan sebelum 1 September tapi karena berbagai kendala, akhirnya baru tersosialisasikan.

Baca Juga: Aklamasi, Kabid SDK Dinkes Kembali Ketuai PC IAI Sinjai

“Meski demikian baru terealisasi hari ini kami berharap mulai besok sudah diaplikasikan agar tidak lagi mengalami hambatan terhadap klaim BPJS”, katanya.

Pihaknya juga berharap karena aplikasi yang sifatnya Online, agar jaringan di setiap Puskesmas tidak mengalami hambatan sehingga penerapan E-claim berjalan maksimal.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sinjai, H. Mahyudin, menyampaikan dukungan terhadap aplikasi E-claim Primer.

“Dengan adanya program baru berbasis aplikasi ini kita berharap bisa mengurangi kesalahan-kesalahan human error yang sering terjadi dan keterlambatan klaim itu bisa diminimalisir,” katanya.

Baca Juga: Sinjai Tampilkan Alat Penyulingan Sampah Plastik Menjadi BBM di Gelaran TTG XXI Bengkulu

Dikatakan, Mahyuddin, pembayaran klaim baru sampai bulan Februari tahun 2019, sehingga dengan adanya e-claim ini bisa mengantisipasi keterlambatan tersebut dan prinsip akuntabilitasnya juga sudah jelas.

” Jadi ini memang sangat diperlukan sama teman-teman di Puskesmas karena sudah berupa aplikasi yang dapat meminimalisir human error”, pungkasnya. (Ayu)

Editor/Bahar