Bukti Keseriusan Pj Bupati Sinjai, Kerahkan 10 OPD untuk Tangani Stunting

KABARSINJAI Komitmen Pj Bupati Sinjai, TR Fahsul Falah dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sinjai patut diacungi jempol. Hal tersebut disebabkan karena telah mengerahkan 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten berjuluk Bumi Panrita Kitta’ ini.

10 OPD tersebut bahkan dikucur anggaran untuk “mengeroyok” agar angka stunting bisa ditekan. Total anggaran yang dikucur cukup fantastis yakni sekitar Rp6,4 miliar yang bersumber dari Dana Insentif Fiskal (DIF) tahun 2023.

Sejumlah OPD tersebut antara lain, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Lalu, Dinas Pendidikan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Sinjai.

Pj Bupati Sinjai, TR Fahsul mengatakan, penanganan stunting menjadi salah satu program prioritas yang dia jalankan sejak awal diamanahkan memimpin Sinjai. Sehingga, anggaran senilai Rp6,4 miliar yang diberikan kepada Pemkab Sinjai sebagai penghargaan atas kinerja pelaksanaan stunting akan dimanfatkan dengan maksimal.

“Kami mendorong agar anggaran tersebut dibagi ke OPD teknis sehingga stunting ini ditangani secara bersama-sama, serentak di lokus yang telah ditentukan,” bebernya, Selasa (2/1/2024).

Oleh karena itu, TR Fahsul Falah optimis akan mencapai target prevalensi penurunan stunting menjadi 14 persen di tahun 2024. “Kami akan selalu konsisten dalam mendukung setiap upaya penanggulangan penurunan stunting,” jelasnya.

Diketahui terdapat 23 Desa/Kelurahan telah ditentukan sebagailokasi fokus dalam penanganan stunting di Kabupaten Sinjai. 23 Desa Kelurahan ini menjadi sasaran perangkat daerah untuk melakukan intervensi.

Dinas Sosial Sinjai misalnya dengan menyalurkan bantuan susu kepada sasaran yang telah ditentukan, yakni 14 Ibu Hamil dan 191 anak dengan indikasi Stunting.

Kemudian Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dengan melaksanakan berbagai program. Di antaranya, kegiatan peningkatan kapasitas PKK, kader posyandu dan kader pembangunan manusia untuk seluruh Desa/kelurahan di kabupaten Sinjai. Kemudian, pelatihan pembuatan pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal untuk desa kelurahan lokus stunting.

Dinas Pendidikan juga telah meluncurkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada 100 satuan PAUD di 23 desa dan kelurahan lokus stunting. Total peserta didik yang terlibat mencapai 3.515 anak.

Begitu pun dengan perangkat daerah lainnya juga telah melaksanakan beragam program sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing dalam menekan angka stunting di Kabupaten Sinjai. (**)