oleh

Bunuh Diri, Jalan Keluar Akhiri Permasalahan? Simak Penjelasannya di Sini!

Ketiga, menyatakan bahwa kekekalan di dalam neraka adalah sebagai balasan bagi orang yang mati karena bunuh diri, tetapi Allah SWT bermurah hati sehingga kemudian memberi tahu bahwa orang yang mati dalam keadaan sebagai Muslim tidak kekal di dalam neraka.

وَالثَّالِثُ أَنَّ هَذَا جَزَاؤُهُ وَلَكِنْ تَكَرَّم سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى فَأَخْبَرَ أَنَّهُ لَا يَخْلُدُ فِى النَّارِ مَنْ مَاتَ مُسْلِمًا

Artinya: “Ketiga, bahwa kekekalan di dalam neraka adalah balasan atas perbuatannya, akan tetapi Allah SWT bermurah hati sehingga kemudian Dia mengabarkan bahwa sesungguhnya orang yang mati dalam keadaan sebagai Muslim tidak kekal di dalam neraka,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin Al-Hajjaj, juz II, halaman 125).

Dari ketiga pandangan tersebut, maka kesimpulan kami adalah selama orang yang bunuh diri tersebut masih sebagai orang Muslim maka ia tidak kekal di neraka, tetapi kendati demikian ia akan mendekam dalam neraka dalam waktu yang sangat panjang.

Lain halnya, apabila ia melakukan bunuh dirinya karena mengalalkannya padahal ia tahu bahwa hal itu diharamkan maka ia kekal di dalam neraka. Sebab, konsekuensi dari menghalalkan yang haram (bunuh diri) menyebabkan ia menjadi kafir sebagaimana yang kami pahami dari pandangan pertama yang dihadirkan oleh An-Nawawi di atas.

BACA JUGA: Lomba Semarak Kemerdekaan Panrita Kitta Berakhir, Bunda PAUD Serahkan Hadiah

Kesimpulan:

Bunuh diri bukanlah jalan terbaik dalam mengakhiri suatu permasalahan, sekalipun itu besar. Semoga melalui tulisan ini, dapat memberikan bahan renungan untuk kita semua. (Redaksi)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU