Cek Disini Harta Kekayaan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman

KABARSINJAI Setelah menjadi Wakil Gubernur hingga menjadi Gubernur Sulsel menggantikan Nurdin Abdullah yang tersandung kasus korupsi, total harta Andi Sudirman Sulaiman sebesar Rp7,6 miliar.

Dilansir dari laman resmi KPK, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Andi Sudirman Sulaiman, sebelumnya mencapai Rp9,1 miliar tertanggal 3 Januari 2018, atau sebelum Pilgub 2018.

Setahun berselang, tepatnya 31 Desember 2018, harta kekayaan Andi Sudirman Sulaiman rupanya turun menjadi Rp7,5 miliar.

Hingga akhir periodenya, Andi Sudirman Sulaiman tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp7,6 miliar, atau berdasarkan LHKPN pertanggal 31 Desember 2021.

Bahkan harta kekayaan Andi Sudirman Sulaiman kalah jauh dibanding Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf; Rp305,7 miliar.

Harta kekayaan Andi Sudirman Sulaiman juga kalah dari Wali Kota Makassar senilai Rp204 miliar, Wali Kota Parepare Taufan Pawe Rp35 miliar.

Dalam LHKPN-nya, Andi Sudirman menyampaikan memiliki 8 bidang tanah yang tersebar di Jakarta, Bone, dan Makassar.

Jika ditotal, tanah dan bangunan miliknya itu senilai Rp7.005.000.000.

Untuk harta bergerak, Andi Sudirman melaporkan memiliki mobil Honda Jazz 2004 dan Toyota Fortuner 2018 serta motor Honda Beat 2009.

Total harta bergeraknya itu senilai Rp558 juta.

Harta bergerak lain yang dia laporkan senilai Rp70 juta. Kas dan setara kas lainnya yang dia laporkan senilai Rp389 juta.

Namun, Andi Sudirman juga tercatat memiliki utang sebesar Rp345 juta. Jadi total harta kekayaan Andi Sudirman sebesar Rp7.6 miliar.

Andi Sudirman Sulaiman adalah gubernur termuda di Indonesia saat ini. Usianya baru 38 tahun saat diangkat menjadi Gubernur.

Adik mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ini lahir pada 25 September 1983 di Kabupaten Bone.

ASS lahir dan tumbuh dengan baik di kota beradat. Ia menghabiskan masa kanak-kanak dan remajanya di Dusun Bakunge, Desa Mappesangka, Kec. Ponre, Kabupaten Bone.

Dibesarkan oleh orangtua berlatar belakang aparat TNI, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga (IRT).