oleh

DEMA PTKIN Bertemu Stafsus Presiden, Sekum HMI Gowa Raya Bilang ini

KABARSINJAI.COM, Makassar, – Terkait pertemuan Dewan Mahasiswa (DEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bersama Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI Aminuddin Ma’ruf di Kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Jum’at (06/11/2020) kemarin, membuat Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya, Muhammad Al-Marif angkat bicara.

Sekretaris HMI Gowa Raya ini menilai, pertemuan tersebut harus dijelaskan secara transparan karena menyangkut pengawalan ketidakpuasan publik mengenai pembahasan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Lebih baik dibuka secara transparan aja karena menyangkut ketidakpuasan publik, pertemuan tersebut pasti memiliki poin-poin aspirasi secara tekstual yang matang oleh DEMA PTKIN untuk diserap oleh Presiden lewat Staf Kepresidenan yang mengeluarkan surat perintah tersebut. Karena jelas dalam surat tersebut pada poin 1, ada redaksi penyerahan rekomendasi sikap terkait Omnibus law. Karena jika tidak, kesannya ada pemufakatan jahat di balik pertemuan tersebut,” ungkapnya. Senin,(09/11/2020)

BACA JUGA: Penemuan Ular Piton Besar Gegerkan Warga Desa Biji Nangka

Kita takutnya kata Al-Marif, ada sikap yang tidak seharusnya mewakili mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang dinarasikan dalam kesepakatan antara pihak DEMA PTKIN dan Staf Khusus Presiden, padahal sikap itu diputuskan sendiri oleh pihak perwakilan Presma atau bahkan sikap pribadi tanpa mewakili aspirasi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar.

“Kan kita patut curiga, apalagi pertemuan ini terkesan tertutup di tengah suasana kebatinan masyarakat khususnya mahasiswa yang masih tak terima dengan pengesahan Omnibus law,” tutupnya. (Ril/Baso)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU