oleh

Di Sinjai Ada Program Asuransi Tani, ini Kelebihannya Bagi Petani

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Gagal panen adalah hal yang tak diinginkan oleh petani baik itu disebabkan oleh perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, serangan hama dan penyakit/ organisme.

Kondisi tersebut tentu akan sangat merugikan para petani. Namun bagi petani di Kabupaten Sinjai tak perlu khawatir sebab kini telah ada program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Program ini memberikan perlindungan terhadap resiko ketidakpastian dengan menjamin petani mendapatkan modal untuk berusaha tani dari klaim asuransi jika mengalami gagal panen.

Asuransi yang dikelola PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) itu memiliki tanggungan klaim jika terjadi gagal panen sebesar Rp 6 juta rupiah per hektar per musim tanam.

Di tahun 2020 ini, luas area persawahan yang terdaftar sebagai peserta asuransi tani seluas 200 hektar yang berasal dari 300 orang petani.

“Jadi asuransi ini untuk melindungi petani kita jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti puso akibat kekeringan, terkena hama dan penyakit, demikian juga jika terjadi banjir” kata Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sinjai Ir. Hj. Marwatiah, Senin (9/11/2020)

BACA JUGA:

Untuk besaran premi yang harus dibayar petani sebesar Rp180 ribu per hektar per musim tanam. Premi ini terdiri atas bantuan pemerintah sebesar 80% sebesar 144 ribu rupiah per hektar dan petani hanya membayar premi 20 % atau sebesar 36 ribu rupiah per hektar per musim tanam.

“Petani hanya membayar premi sebesar Rp 36 ribu per hektar per musim, dengan nilai pertanggungan Rp 6 juta per hektar”, sambung Marwatiah.

Marwatiah mengajak kepada petani di Sinjai untuk ikut dalam program ini, terlebih bagi petani yang memiliki lahan di area yang berponsi banjir.

“Sekali lagi kami mengajak para petani kita untuk mendaftarkan diri jadi peserta asuransi tani khususnya yang memiliki lahan pada area berpotensi banjir,” ungkapnya.

Disebutkan, program yang telah berjalan sejak tahun 2019 itu kini telah dirasakan manfaatnya oleh petani yang gagal panen. DI tahun 2019, sekitar 72 hektar lahan gagal panen dengan jumlah total asuransi yang dibayarkan berkisar Rp 400 juta lebih. (And)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU