oleh

Dianggap Tak Cukup Bukti, Kasus Ayah Perkosa 3 Anaknya yang Sempat Dihentikan Kembali Mencuat

KABARSINJAI.COM, – Wanita berinisial RS, ibu di kasus dugaan ayah memperkosa 3 anaknya di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya buka suara setelah Polri membuka kembali kasus itu. RS, yang melapor ke polisi, berharap pelaku bisa dihukum seadil-adilnya.

“Jelas saya senang sekali (kasus ini dibuka lagi),” ucap RS kepada detikcom, Kamis (14/10/2021) malam.

RS mengatakan penyelidikan dibuka lagi menjadi harapannya sejak dulu, sejak kasus ini dinyatakan dihentikan karena dianggap tak cukup bukti pada awal 2020. RS lantas berharap terlapor dihukum seadil-adilnya.

“Karena ini harapan saya, kasus bisa dibuka kembali dan pelaku bisa dijerat hukum yang seadil-adilnya,” kata RS.

BACA JUGA: Ketua Komisi 1 DPRD Sebut Kontribusi IWO untuk Sinjai Nyata Adanya

Diberitakan sebelumnya, Polri membuka penyelidikan baru kasus dugaan pencabulan tiga anak di bawah umur ini dengan cara membuat laporan polisi (LP) tipe A yang dibuat penyidik Polri pada dua hari lalu.

“Saya mendapatkan update dari tim asistensi dari tim Luwu Timur. Di mana penyidik telah membuat laporan polisi model A tertanggal 12 Oktober 2021, perihal adanya dugaan pencabulan anak di bawah umur. Itu ditulis pelaku dalam proses lidik,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, hari ini.

Ramadhan mengatakan penyelidikan difokuskan dalam rentang waktu 25-31 Oktober 2019. Pasalnya, pada 31 Oktober 2019, ibu korban melakukan pemeriksaan medis terhadap 3 anaknya yang diduga dicabuli ayah sendiri dan ditemukan kelainan.

Dari hasil visum kepolisian yang dilakukan pada 9 Oktober dan 24 Oktober 2019, tidak ditemukan kelainan pada 3 anak yang diduga menjadi korban pencabulan.

BACA JUGA: Pemkab Sinjai Kontrak 6 Dokter, Wujud Peningkatan Layanan Kesehatan

“Disampaikan bahwa yang akan didalami oleh penyidik nanti adalah hasil pemeriksaan dari tempus atau waktu tanggal 25, sampai diperiksanya ketiga korban tersebut di tanggal 31. Kenapa? Karena disampaikan bahwa pemeriksaan visum tanggal 9, dokter menyatakan tidak ada kelainan,” tuturnya.

“Pemeriksaan kedua tanggal 24, dokter menyatakan tidak ada kelainan. Kemudian pemeriksaan medis oleh ibu korban di tanggal 31 menunjukkan ada katakanlah kelainan. Kami tidak sampaikan vulgar karena visum ini tidak bisa dibuka secara vulgar,” sambung Ramadhan.

Lebih lanjut, kata Ramadhan, polisi juga sudah mulai melakukan penyelidikan dengan memeriksa dokter IM yang melakukan pemeriksaan medis terhadap korban pada 31 Oktober 2019 itu. Korban diketahui menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Vale Sorowako.

BACA JUGA: Buka Pelatihan Jurnalistik, Bupati ASA Tegaskan Humas OPD Sinjai Lawan Berita Hoaks

“Tapi pemeriksaan medis yang dilakukan tanggal 31 oleh dokter IM, kira-kira ada kelainan. Sehingga penyidik akan mendalami peristiwa tempus atau waktu mulai tanggal 25 Oktober 2019 sampai 31 Oktober 2019.”

“Orang tua korban telah melakukan pemeriksaan sampai 4 atau 5 kali dan terakhir di tanggal 10 Desember 2019, ini yang kelima ya, telah dilakukan terapi terakhir oleh Dokter Ira,” imbuh Ramadhan. (Detik. com)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU