oleh

Diduga Oknum Sekdes Pungli, Sekolompok Warga Datangi Polres Sinjai, Minta Untuk diproses Hukum

Kabarsinjai.com – Menindak lanjuti laporan Masyarakat tentang dugaan pungli program sertifikat tanah (Prona) di Desa Biroro Kecamatan Sinjai Timur, sekolompok Warga yang didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengatas namakan dirinya Fort Rotherdam Institute Cabang Sinjai, mendatangi Kepolosian Resort (Polres) Sinjai. Selasa, (22/08).

Kasus ini bergulir setelah Sekretaris Desa (Sekdes) Biroro diduga kuat melakukan pungutan liar (pungli) pengurusan surat tanah yang diurus warga berjumlah sekitar seratusan orang, dengan menyerahkan uang dikisaran 500 ribu rupiah lengkap dengan surat kwitansinya. Sehingga warga menuntut agar sekdes Biroro mundur dari jabatannya karena dinilai sudah tidak layak untuk menjabat posisi Sekdes dengan adanya kasus pungli tersebut.

Kepala Desa Biroro, Andi Arifuddin yang sempat dimintai keterangan oleh awak media membenarkan adanya kasus pungli tersebut yang dilakukan Sekdesnya tanpa sepengetahuannya, meski mengaku bahwa sebagian dana dari pungli telah dikembalikan oleh sekdes ke masyarakat.

“Terkait masalah pemberhentian dari jabatannya saya tidak bisa serta merta langsung memberhentikan karena itu ada aturan yang mengikat, jangan sampai saya dituntut balik kalau saya memberhentikan kecuali kalau masyarakat yang menginginkan dengan pernyataan tertulis”, Bebernya.

Sementara Ketua bidang divisi penelitian kebijakan publik Fort Rotherdam Institute (FRI) Cabang Sinjai, M. Asdar yang medampingi warga desa Biroro menyatakan bahwa akan terus mengawal masalah ini hingga selesai.

“Sekdes harus bertanggung jawab atas dugaan pungli yang melibatkan dirinya dan harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku”, Katanya.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Sinjai AKP. Sardan saat dihubungi, membenarkan jika warga Desa Biroro mendatangi Polres Sinjai untuk menanyakan kelanjutan proses masalah prona.

“Untuk sementara kita masih melakukan pemeriksaan dan melengkapi berkas-berkasnya untuk secepatnya dilaksanakan gelar perkaranya”, Kuncinya.

Editor   : A. Mirza.

Komentar Facebook

BERITA TERBARU