oleh

Dirjen Perikanan Tangkap KKP RI, Gelar Dialog Bersama Nelayan Sinjai

SINJAI, KabarSinjai.com – Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (RI), Syarif Wijaya mengunjungi Kabupaten Sinjai dalam rangka dialog bersama dengan para nelayan Sinjai bertempat di gedung Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sinjai. Senin (28/08) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Dirjen didampingi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Ir Sulkaf S Latief, MM bersama Bupati Sinjai, Ketua DPRD Sinjai, Dandim 1424 Sinjai, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para nelayan.

Bupati Sinjai, H Sabirin Yahya,  S Sos dalam sambutannya menyampaikan bahwa perikanan dan kelautan merupakan sektor andalan di Kabupaten Sinjai dengan jumlah nelayan 8.544 orang dan total 2.014 unit kapal dengan penyebaran wilayah penangkapan ikan di delapan provinsi seperti Jatim, Bali, NTB, NTT, Sultra, Maluku, Jabar, dan Papua dengan menggunakan kapal ukuran 10 sampai 30 GT dengan alat tangkap pancing tonda atau hand line

“Adapun enis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan kami adalah purse seine, jaring insang hanyut, jaring insang tetap, pancing tonda, dan pancing ulur”, katanya.

Foto: Para Nelayan yang mengikuti Dialog Dirjen Perikanan Tangkap di gedung Dinas Perikanan Sinjai. Senin, (28/08).

Bupati juga turut menyampaikan harapannya agar Dirjen Perikanan Tangkap dapat memfasilitasi pelaksanaan perjanjian kerjasama antar Gubernur serta untuk pelayanan perizinan surat kap di atas 30 GT agar dibuka gerai di Sulsel untuk mendekatkan pelayanan kepada nelayan pemilik kapal perikanan tangkap.

“Salah satu kendala yang sering dialami nelayan adalah Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) Andon dari Provinsi Sulsel tidak berlaku pada delapan provinsi tersebut karena tidak adanya perjanjian kerjasama atau MoU antara Gubernur Sulsel dengan provinsi di mana nelayan Sinjai melakukan kegiatan penangkapan ikan,” tambahnya.

Foto: Bupati Sinjai saat menyerahkan cinderamata kepada Dirjen Perikanan Tangkap di gedung Dinas Perikanan Sinjai. Senin, (28/08).

Sementara itu, Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Syarif Wijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pusat Pelelangan Ikan (PPI) di Sinjai akan masuk dalam program Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan sejumlah program.

“Berkat bantuan dari para nelayan yang telah menyampaikan sejumlah keluhan ke kami (Kementrian), program Gerai Perizinan, Asuransi Bagi Nelayan, Pembersihan Kampung Nelayan, dan Pengurusan Izin Bagi Nelayan. Untuk itu, di Sinjai kami akan buka, tapi sebelumnya akan kami lakukan pengukuran”, bebernya.

Dialog tersebut berlangsung alot dengan mendengarkan kembali permasalahan yang terjadi selama ini.

Selain itu dalam acara tersebut berlangsung penyerahan cindera mata oleh pemerintah daerah Sinjai ke Dirjen perikanan tangkap serta penyerahan santunan Klaim Asuransi atas nama Sudirman kepada ahli waris Ibu dawatiah sebesar Rp. 160 Juta.

Santunan tersebut diserahkan oleh Dirjen Perikanan Tangkap Syarif Wijaya yang didampingi Bupati Sinjai H. Sabirin Yahya dan Kepala Cabang PT Jasindo. (*)

Editor   : A. Mirza.

Komentar Facebook

BERITA TERBARU