Dua ‘Bocah’ Penjual Konten Porno Sesama Jenis Diringkus Polisi

KABARSINJAI – Dua orang pelaku penjualan video gay kids (VGK) di media sosial (medsos) diringkus Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya

Dilansir dari Poskota, Para pelaku menjual konten porno anak dan dewasa sesama jenis berkisar Rp 10-60 ribu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penangkapan kepada dua pelaku R dan LNH yang masih dibawah umur itu setelah adanya laporan dari masyarakat.

“Dimana untuk 110 foto maupun video dibanderol dengan harga Rp 10 ribu, kemudian 220 foto maupun video dengan harga Rp 20 ribu, kemudian 260 foto maupun video seharga Rp 25 ribu, 360 foto dan video harus membayar Rp 30 ribu, dan yang terakhir adalah grup VIP, dimana para pembeli atau peminatnya diwajibkan untuk membayar senilai Rp 60 ribu,” ujarnya kepada wartawan.

BACA JUGA: Bupati ASA Perbaiki 89 Sekolah Tahun Ini, Termasuk Rumah Dinas Guru di Pulau Sembilan

Kedua pelaku ditangkap pada awal Agustus 2023 lalu setelah petugas melakukan penyelidikan atas laporan kepolisian yang masuk. Tersangka R ditangkap di Sumatera, sementara LNH di tangkap di Kalimantan Selatan.

Ade menuturkan jika kedua pelaku terbukti telah menjual konten pornografi di media sosial. Adapun konten pornografi yang mereka jual yakni konten video asusila anak kecil laki-laki dan pria dewasa. Selain video, pelaku juga menjual foto-foto.

Dalam aksinya kedua pelaku mempromosikan apa yang mereka jual melalui media sosial facebook dan lain-lain. Member yang tertarik akan diarahkan ke grup telegram dan diintruksikan untuk membayar jika ingin video dan foto asusila tersebut.

“Dimana untuk tersangka R membandrol terkait dengan untuk bisa mengakses konten video maupun foto asusila sesama jenis, termasuk di dalamnya mengeksploitasi anak sebagai korbannya, yaitu Rp 150 ribu untuk mendapatkan foto dan video pornografi sesama jenis khusus dewasa,” ucap Ade.

“Sedangkan Rp 250 ribu untuk mendapatkan konten video maupun video yang melibatkan atau mengeksploitasi anak sebagai korban di dalamnya,” tambahnya.

Lebih jauh, Ade menuturkan jika penjualan konten video porno anak ini telah beredar luas sejak bulan Juli 2023. Namun baru saja mengudara, konten penjualan video asusila anak sesama jenis itu terpantau.

BACA JUGA: Usai Kalah dari Persebaya, Bernardo Tavares Evaluasi Ketajaman Pemain PSM Makassar

“Terdapat 10 akun telegram yang digunakan oleh para tersangka ini untuk melakukan promosi terkait dengan paket-paket penjualan konten-konten video maupun foto asusila sesama jenis, termasuk di dalamnya juga mengeksploitasi anak sebagai korbannya dan Terdapat 6 channel telegram yang digunakan oleh kedua tersangka dalam melakukan aksinya,” ungkap Ade.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan Pasal 27 Ayat 1 Juncto Pasal 45 Undang-Undang ITE, Pasal 4 Undang-Undang nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi termasuk pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, dan Pasal 76i Juncto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 Tentang Undang-Undang Perlindungan Anak,” tukasnya.