oleh

Fadjroel Rachman: Presiden Jokowi Ingin Tradisi Kritik Ilmiah Dijaga

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Presiden RI Joko Widodo atau kerap disapa Jokowi sangat percaya bahwa demokrasi itu ujungnya adalah kritik dan dialog setara yang saling menghormati.

Demikian dikatakan Juru Bicara (Jubir) Presiden RI, Fadjroel Rachman saat memberikan arahan di hadapan dosen dan mahasiswa IAIM dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Sinjai. Selasa, (31/08/2021)

“Bapak Presiden berpesan kepada saya agar menyampaikan ini ke mahasiswa bahwa ada tradisi kritik yang harus dipertahankan, yakni tradisi kritik ilmiah,” ujarnya.

Sehingga lanjut Fadjroel, jika memberikan kritik harus disertai dengan dialog agar nantinya ada permasalahan yang ditemukan, dapat dicari solusinya.

BACA JUGA: Sambangi IAIM Sinjai, Jubir Presiden RI Resmikan Pusat Studi Gender Anak

“Tradisi ilmu pengetahuan adalah kritik, tapi tradisi kritik dalam ilmu pengetahuan selalu dibarengi dengan dialog. Inilah yang diminta oleh bapak Presiden agar tradisi ini selalu dijaga,” jelasnya.

Fadjroel Rachman yang juga merupakan staf khusus Presiden RI bidang komunikasi ini menegaskan, Presiden Jokowi menilai kritik itu jantungnya domokrasi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan perkembangan masyarakat.

BACA JUGA: Perekonomian Sinjai Meningkat dan Kemiskinan Menurun Di Tengah Pandemi, Jubir Presiden ‘Kaget’

Saat kunjungan kerjanya di Kabupaten Sinjai, Fadjroel Rachman meresmikan Pusat Studi Gender Anak dan Moderasi Beragama di IAIM Sinjai, serta melakukan pertemuan dengan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) untuk membahas kondisi perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. (Tim)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU