oleh

Fenomena ‘La Nina’, BPBD Ungkap Wilayah Potensi Bencana di Sinjai

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Untuk menghadapi dampak yang ditimbulkan akibat Fenomena ‘La Nina’, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sinjai telah melakukan pemetaan terhadap wilayah potensi bencana.

Saat ditemui usai Apel Siaga Gelar Pasukan di halaman Eks Kantor Bupati, Kepala BPBD Sinjai Budiaman menyampaikan, pemetaan tersebut dilakukannya berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Serta sesuai dengan perintah Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

“Dari hasil pantauan kita, telah dipetakan di Kecamatan Sinjai Borong, Sinjai Barat, Sinjai Tengah, dan sebagian Sinjai Selatan rawan bencana longsor,” bebernya. Senin, (08/11/2021)

BACA JUGA: Banyak Daerah Minta Seleksi PPPK Ditutup, Benarkah? Kemendikbudristek Tegaskan ini

Sementara lanjut Budiaman, untuk Kecamatan Sinjai Utara, Sinjai Timur dan sebagian di Sinjai Selatan dan Sinjai Tengah dinilai rawan banjir.

Tidak hanya itu, di beberapa wilayah juga diprediksi akan terkena angin kencang.

Untuk menghadapi ancaman terhadap wilayah yang rawan bencana tersebut, pihaknya telah menyiapkan personel dan peralatan, serta logistik dalam penanggulangan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

Bahkan, ia telah menerima bantuan logistik dan peralatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktur Logistik dan Peralatan atas permintaan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA).

“Bapak Bupati (ASA-read) punya perhatian besar terhadap upaya penanggulangan bencana dengan orientasi keselamatan warga menjadi prioritas utama,” jelasnya.

BACA JUGA: Apel Siaga Gelar Pasukan, Cara Pemkab Sinjai Cegah ‘La Nina’

Secara terpisah, Bupati ASA memgimbau masyarakat Sinjai tetap waspada sekaligus menyiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan, aktif memonitor perkembangan cuaca yang dikeluarkan BMKG, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana.

Serta meminta pemerintah kecamatan dan pemerintah desa/kelurahan untuk aktif memberi edukasi terkait mitigasi bencana, tetap siaga, waspada dan tetap membangun kesiapsiagaan dalam mewaspadai dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya minta kepada semua elemen masyarakat segera laporkan segala bentuk kejadian bencana kepada pemerintah melalui BPBD Sinjai,” pintanya.

Dari informasi yang dirilis BMKG, menunjukkan bahwa curah hujan mengalami peningkatan pada bulan November, Desember, hingga Februari 2022 akibat fenomena La Nina ini. (Tim)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU