oleh

Gakkumdu ‘Putihkan’ Laporan dan Temuan Kasus Pilkada di Sinjai, Ini Alasannya

KABARSINJAI.COM – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Sinjai menetapkan Tiga kasus Pilkada 2018 tidak dilanjutkan ke Rana Penyidikan. Ketiga kasus tersebut, diantaranya Laporan Program BPJS Kesehatan Gratis milik petahana SBY – AMM, serta temuan Money Politik Gula kemasan milik TAKBIR, dan Jam dinding bergambar Paslon SEHATI.

Hal ini dipertegas dan dipublikasikan saat Sentra Gakkumdu Sinjai menggelar Konfrensi Pers di Kantor Panwaslu Sinjai, Senin (14/5/2018) petang.

Anggota Gakkumdu Sinjai, Erfah Basmar sekaligus Kasi Pidum Kejari Sinjai mengatakan laporan Amiruddin terkait program petahana yang dinilai menguntungkan petahana Sinjai, yakni BPJS Gratis yang telah mendapat persetujuan DPRD untuk dilaksanakan kerjasama antara Pemkab dan BPJS mengenai Pembayaran dan pengalokasian anggaran, termasuk terlapor Bupati Non Aktif, Plt Bupati dan Plt Sekda tidak bisa dilajutkan karena dinyatakan belum terpenuhi sebagai pelanggaran sebab adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 tentang optimalisasi Kesehatan Nasional.

“Sesuai hasil kajian kami di Gakkumdu, laporan BPJS Kesehatan tidak bisa kami lanjutkan karena landasannya kuat yakni Inpres Nomo 8 tahun 2018 yang memang mengintruksikan tentang optimalisasi Kesehatan Nasional. Dan, semuanya siapapun itu bisa menerapkan selama menjadi Bupati maupun Plt Bupati,” katanya.

Sementara, temuan Money Politik, Gula sebanyak 20 Bungkus masing – masing kemasan 1 Kg, kata Saefuddin Tahe, tidak bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan karena hasil introgasi menyebutkan Gula tersebut hanya akan dipakai atau dikomsumsi di Posko relawan TAKBIR.

” Gula awalnya dari H. Herman yang dititipkan kepadanya oleh orang yang tidak dikenalnya saat singgah makan di Takalar, dan katanya untuk Kordes TAKBIR atas nama Herawati. Ada rasa ingin membantu karena menganggap sering lewat didepan rumahnya, makanya di iyakan tapi saat itu Herwati lagi ada acara Aqiqah jadi Gulanya belum diambil dan bahkan mempersilahkan H. Herman untuk mengomsumsi, dan setelah tahu ada himbauan panwas makanya dilaporkan untuk dikembalikan. Dan alasannya hanya untuk dikomsumsi di Posko TAKBIR,” tambah Saifuddin.

Sedangkan temuan Jam dinding bergambar Paslon SEHATI juga tidak dilanjutkan karena belum termasuk dalam unsur pelanggaran yang dimaksud dalam pasal 73 ayat 1.

“Hasil klarifikasi saksi dan terlapor, jam dinding itu berasal dari Alimuddin kemudian diberikan Jufri, dan Harding yang rumahnya dijadikan posko relawan,” jelasnya.

Senada disampaikan Ketua Panwaslu Sinjai, Muh. Rusmin ketiga kasus ini ditutup karena belum memiliki bukti dan data yang dimaksud dalam pasal 73 ayat 1.

“Kami sudah lakukan kajian dan pemeriksaan seluruh saksi dan bukti, dan kami di Gakkumdu Sinjai memutuskan tidak melanjutkan karena tidak terbukti,” pungkasnya.

Selanjutnya, pihak Gakkumdu Sinjai, kata Rusmin, akan melaporkan hasil kajian ke Bawaslu Provinsi, serta mengirimkan surat kepada pelapor untuk hasil investigasi selama ini.

“Semua akan yang kami proses akan kami sampaikan ke Bawaslu dan Pelapor sebagai tanda bukti status penghentian kasus yang tidak memenuhi unsur pelanggaran,” tutup Rusmin. (A. Mirza)

Editor : Irawan

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU