Gandeng BPOM, Dinkes Sinjai Sebarkan Informasi ke Masyarakat Tentang Bahan Berbahaya

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Dinas Kesehatan kabupaten Sinjai bekerjasama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar mengadakan kegiatan penyebaran informasi di Aula Dinas Kesehatan Sinjai, Kamis (25/1/7/19)

Kegiatan ini dalam rangka upaya pemberdayaan masyarakat dalam rangka melindungi diri dari produk dan makanan serta produk komplemen yang mengandung bahan berbahaya, seperti produk obat, obat tradisional, pangan, kosmetik, komplimen berbahaya lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sinjai dr. Andi Suryanto Asapa, menyampaikan pentingnya masyarakat untuk mengetahui jenis obat, kosmetik, makanan dan jenis bahan berbahaya yang dapat merusak tubuh.

Baca Juga: Sejumlah Kamera CCTV yang Dipasang Kominfo dalam Kota Sinjai Sudah Rusak Tanpa Solusi

Olehnya itu, Sosialisasi ini dinilai sangat penting agar masyarakat mengetahui kondisi bahwa di Sinjai tidak sepenuhnya obat, makanan maupun kosmetik yang beredar bebas pasaran itu baik bagi kesehatan dan memiliki izin edar.

“Contohnya di pasar-pasar, kata dia, banyak makanan yang menggunakan bahan pengawet yang membahayakan tubuh, demikian juga peredaran obat berbahaya seperti tramadol, ini harus diwaspadai sebab obat ini langsung dari Makassar, bukan dari toko obat atau apotek yang ada di Sinjai,” tandasnya.

Sementara itu, Adillah Pababbari dari BPOM Makassar selaku narasumber mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi dan edukasi kepada lapisan masyarakat akan pentingnya keamanan pangan dan bagaimana cara memilih obat, obat tradisional, dan kosmetik yang aman.

Baca Juga: Polemik Dugaan Pengaturan Tender, Anggota DPRD Sinjai Sangat Geram

“Keterlibatan semua pemangku kepentingan menjadi penting dalam penanggulangan peredaran obat dan makanan. Kita sangat memerlukan campur tangan semua pihak dalam menanggulangi masalah tersebut,” jelasnya.

Penyebaran informasi terkait bahan berbahaya ini diikuti puluhan peserta yang terdiri dari TP. PKK, anggota Bhayangkari, Persit, pemilik apotek, pemuda karang taruna, pemilik salon dan mahasiswa. (*)

Editor/Bahar