Gelar Monev, Sekda Sinjai Soroti Pengelola Website OPD yang Belum Maksimal

KABARSINJAI – Pemerintah daerah melalui Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Sinjai melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) website bagi Perangkat Daerah (OPD) Rabu (22/05/2024) bertempat di Command Center Sinjai.

Monev yang diikuti seluruh pengelola Website tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaria Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa.

Selain karena melihat kurang terpublikasinya program Pemkab, termasuk program penanganan kemiskinan ekstrem dan pencegahan stunting, yang menjadi program prioritas Pj Bupati Sinjai T.R. Fahsul Falah, Monev ini juga dilakukan agar kerja-kerja Pemerintah Kabupaten Sinjai yang seolah kurang diketahui masyarakat, dapat tersampaikan secara mudah dan luas.

Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa menekankan peluang besar dapat terbuka lebar jika pengelolaan website berjalan maksimal.

Bahkan Andi jefri menilai website memiliki nilai jual yang tinggi kepada para investor, jika segala informasi yang dibutuhkan tersaji didalamnya.

Selain itu, informasi resmi di webiste Pemkab juga dinilai dapat mengefesienkan pekerjaan.

“Terus terang pengelola website OPD belum maksimal, sehingga informasi yang seharusnya tersampaikan ke masyarakat tidak tercapai sesuai yang diharapkan”

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Sinjai Mansyur mengaku pihaknya siap melakukan pembinaan intens terhadap webiste yang kurang aktif ataupun bermasalah.

“Seluruh website yang tidak aktif dan bermasalah dapat segera menyelesaikan permasalahannya. Kami di Diskominfosan setiap saat siap melakukan pembinaan” ujar kepala DKIP Sinjai.

Besar harapan Pemkab, setelah monev ini seluruh pengelola webiste rutin berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Sinjai sebagai Leading sektor pengelolaan website.

Dari informasi yang dihimpun sebanyak 51 website dikelola Opd, termasuk website Desa dan Kelurahan.

Sebagai gambaran, Dalam monev ini juga satu per satu website dibuka dihadapan Sekretaris Daerah Sinjai untuk diketahui sejauh mana progres update informasinya. (**)