Gibran Dinilai Unggul dalam Debat Cawapres

KABARSINJAI – Penampilan Calon Wakil Presiden Nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka di debat cawapres mematahkan prediksi pihak yang tidak suka padanya.

“Debat ini menjungkirbalikkan prediksi orang-orang yang tidak suka sama Gibran selama ini,” kata Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Menurut Yandri, Gibran yang oleh sejumlah pihak diragukan kemampuannya justru tampil luar biasa dalam debat kedua capres cawapres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di JCC, Jumat (22/11) malam.

“Penampilan Gibran sangat luar biasa. Calon lain kalah telak,” ujar Yandri.

Yandri memuji penampilan Gibran saat menekankan pentingnya hilirisasi digital untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Kemudian cita-cita menyejajarkan Indonesia dengan negara maju juga ditekankan pada keberlanjutan, percepatan dan penyempurnaan program pembangunan yang akan dilakukan.

“Penekanan pada keberlanjutan, percepatan, dan penyempurnaan pembangunan yang disampaikan Gibran merupakan komitmen kepemimpinan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Teroboson pemikiran yang disampaikan bahwa pembangunan tidak harus bersumber dari APBN, tapi bisa kolaborasi dengan swasta melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga sudah dibuktikan Gibran selama menjadi Wali Kota Solo.

“Keberhasilan pembangunan di Solo juga disampaikan bahwa tidak semuanya bersumber dari anggaran negara, tapi kolaborasi dengan swasta melalui CSR,” jelas Yandri

Gibran, lanjut Yandri, juga menyentuh pembangunan sosial dengan investasi pada pemenuhan gizi masyarakat dan pengurangan stunting.

“Program makan siang gratis yang disampaikan itu merupakan salah satu bentuk investasi pemenuhan gizi masyarakat. Ketika masyarakatnya sudah terpenuhi gizi dan kecerdasan meningkat maka cita-cita mewujudkan Indonesia Emas akan lebih mudah tercapai,” ungkap Yandri

Menurut Yandri, kesantunan juga diperlihatkan oleh Gibran dengan pernyataan bahwa ia bangga dapat diberikan kesempatan bisa bersama-sama dengan ketua partai politik (Muhaimin Iskandar) dan seorang profesor (Mahfud Md) yang kemudian dilanjut dengan mencium tangan kedua calon lain sebagai orang yang lebih muda.

“Cerdas, energik, dan santun sangat tepat disematkan kepada Gibran,” kata Yandri. (Antara)