oleh

H. Fadhlullah Marzuki: Pentingnya Mengikuti Imbauan Pemerintah dan Fatwa Para Ulama

KABARSINJAI.COM, Sinjai – Pandemi global Virus Corona (Covid-19) terus menyebar di seluruh dunia. Korban di Indonesia baik yang meninggal maupun positif terpapapar Covid-19 terus bertambah. Disaat yang sama, masih ada sebagian kelompok masyarakat mengabaikan anjuran pemerintah dan ulama untuk berkumpul.

Badan kesehatan dunia (WHO) sudah menetapkan Virus Corona sebagai pandemi global, penyebarannya sangat cepat dari manusia ke manusia. Karena itu berkumpul menjadi sebab berbahaya. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sinjai juga telah membuat himbauan untuk memindahkan shalat berjamaah di Masjid ke rumah masing-masing mulai tanggal 18 April 2020 untuk keselamatan kita semua.

Terkait kebijakan ini yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, Pimpinan Pondok Pesantren Al Markaz Al Islami Sinjai H. Fadhlullah Marzuki mengingatkan pentingnya mengikuti imbauan pemerintah dan fatwa para ulama terkait pengalihan shalat berjamaah dari Masjid ke rumah masing-masing untuk sementara waktu. Kebijakan ini merupakan sebuah musyawarah yang dihadiri para ustadz dan ulama yang didalamnya membicarakan bagaimana sikap MUI Sinjai menghadapi wabah dahsyat ini.

“Tentunya terjadi dinamika dengan bersandarkan hadis, Alquran, qiyas dan ijma ulama sehingga opsi ini diambil setelah melihat kondisi daerah kita yang tidak menjamin virus corona tidak bisa menyebar di Sinjai, ” katanya saat ditemui di Ponpes Al Markaz Al Islami jalan Bulu Lohe Sinjai, beberapa hari yang lalu.

Fadhlullah menyebut, dalam hadis Nabi mengatakan bahwa saat penyakit datang, Nabi SAW menyampaikan “firra minal majzuum firaaraka minal asadi”. Larilah dari wabah seperti engkau berlari dikejar singa. Menghindari diri dari kebinasaan, dari penyakit, dan berikhtiar menghindar dari wabah, itu perintah agama.

“Inilah menjadi dasar bahwa kita harus mendahulukan fungsi pencegahan dari pada mengobati. Apalagi ketidakmampuan Pemda untuk menutup perbatasan sebab hal tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Ini tentu diharapkan kepatuhan dari berbagai pihak karena MUI hanya sebatas menghimbau. Kita harap himbauan ini bisa didengarkan semua. Untuk kebersamaan, kita berharap dalam satu himbauan agar betul-betul Allah SWT menghadiahkan hal yang terindah sehingga jika tidak ada peningkatan kasus ini, Masjid bisa kembali difungsikan dan kita bisa merayakan Ramadhan,” kata Fadlullah yang juga selaku Wakil Ketua MUI Sinjai.

Komentar Facebook

BERITA TERBARU