oleh

Honorer K2 Berserdik Nilai Tertinggi Gagal Lolos PPPK, Begini Reaksi BKN

KABARSINJAI.COM, Kasus guru honorer K2 sudah punya sertifikat pendidik (serdik) yang tidak lulus PPPK tahap I di Kabupaten Purwakarta mendapat respons Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen mengatakan kasus yang menimpa Atep Lesmana, guru honorer K2 di SDN 1 Nagrikidul, Purwakarta, Jawa Barat, terkait dengan posisi guru prioritas I atau prioritas II.

Sesuai data Kemendibudristek, Atep Lesmana bukan merupakan guru prioritas.

“Jadi saingannya Pak Atep yang nilainya di bawah (513) bisa lulus karena berdasarkan data Kemendikbudristek yang bersangkutan merupakan guru prioritas,” terang Deputi Suharmen dilansir dari JPNN. Com, Senin (11/10)

BACA JUGA: Target Herd Immunity, Bupati ASA Gandeng IMM dan Polres Sinjai Gelar Vaksinasi

Mengenai kriteria guru prioritas dan kurang prioritas, lanjutnya, yang bisa menjawab adalah Kemendikbudristek. Sebab yang melakukan flagging (diberi tanda bendera) data adalah Kemendikbudristek. BKN hanya membaca data yang di-flagging sebelumnya di Dapodik.

“Setelah melihat data, formasi guru kelas di SDN 1 Nagrikidul hanya satu dan Pak Al Solihat adalah guru prioritas. Pak Atep bukan guru prioritas,” ujarnya.

Komentar Facebook

BERITA TERBARU