oleh

Ini 3 Cara Mengukur Volatilitas Forex, Cek Disini!

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Forex atau mata uang asing atau yang juga dikenal sebagai valuta asing adalah salah satu instrumen investasi yang cukup populer saat ini.

Pergerakannya yang sangat dinamis hingga kecenderungan untuk mengalami kenaikan dari waktu ke waktu menjadikan instrumen ini dilirik banyak kalangan.

Namun, layaknya instrumen investasi lainnya, transaksi forex bukannya tidak memiliki risiko sama sekali.

Dalam dunia transaksi forex, risiko dapat diukur dengan beragam parameter. Salah satu parameter yang kerap digunakan berbagai kalangan adalah volatilitas.

Secara sederhana, volatilitas dapat dipandang sebagai sebuah cara yang digunakan para trader forex untuk mendapatkan peluang transaksi yang menguntungkan.

Hal ini karena volatilitas mengukur fluktuasi harga secara keseluruhan selama rentang waktu tertentu. Informasi inilah yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya aktivitas transaksi yang sangat berpotensi menguntungkan trader.

Tentunya, ada beragam cara atau indikator yang dapat digunakan untuk mengukur volatilitas forex dari pasangan mata uang yang diperdagangkan.

Pada kesempatan ini, kami akan mencoba menyajikan 3 cara mengukur volatilitas forex yang cukup efektif dan telah secara luas digunakan oleh beragam kalangan trader.

Nilai rata-rata bergerak

Nilai rata-rata bergerak adalah cara pertama yang dapat Anda gunakan untuk mengukur volatilitas forex dalam melakukan transaksi. Strategi ini bahkan dianggap sebagai salah satu indikator yang paling sering digunakan oleh beragam kalangan trader dari waktu ke waktu. Hal ini tidak terlepas dari betapa sederhananya fitur ini, namun tetap mampu mempersembahkan data yang begitu penting dalam melakukan transaksi, terlepas dari pengalaman yang Anda miliki sebagai seorang trader.

Secara sederhana, nilai rata-rata bergerak mengukur pergerakan rata-rata dari suatu pasar untuk rentang waktu tertentu. Adapun nilai dari rentang waktu yang dimaksud telah ditentukan sebelumnya oleh Anda sebagai pelaku transaksi di pasar mata uang.

Sebagai contoh, jika Anda menerapkan 20 SMA atau Standard Moving Average di grafik harian, Anda akan disajikan dengan pergerakan nilai rata-rata dari 20 hari terakhir. Ada juga beragam nilai rata-rata bergerak yang dapat digunakan seperti berpangkat yang tentunya hadir dengan baik kelebihan maupun kelemahan masing-masing.

Garis Bollinger

Garis Bollinger adalah cara kedua yang dapat digunakan untuk mengukur volatilitas forex. Alat ini cukup sering digunakan karena menawarkan data yang cukup penting dalam setiap transaksi forex.

Seperti namanya, cara ini terdiri dari garis, tepatnya 2 garis. Kedua garis ini ditempatkan baik di atas maupun dibawah dari sebuah garis utama yang terletak di tengah untuk rentang waktu tertentu yang Anda tetapkan secara mandiri.

Sebagai contoh, jika Anda menetapkan 20 di garis Bollinger, maka Anda akan melihat rata-rata pergerakan selama 20 hari terakhir. Sementara garis pertama yang terletak di atas akan ditempatkan pada +2 poin simpangan baku serta satu garis lainnya ditempatkan pada posisi -2 simpangan baku di bawah garis tengah.

Terkait volatilitas, alat ini menyajikan informasi rendah tingginya volatilitas. Ketika terjadi pelebaran wilayah garis Bollinger, maka terjadi volatilitas tinggi dan sebaliknya saat volatilitas rendah.

Rentang Nilai Sesungguhnya Rata-Rata

Alat atau cara ketiga yang dapat Anda gunakan sebagai trader forex untuk mengukur volatilitas dalam transaksi forex adalah rentang nilai sesungguhnya rata-rata.

Secara sederhana, ATR dapat dipahami sebagai sebuah fitur dalam transaksi forex yang memungkinkan Anda selaku trader untuk mengukur volatilitas dalam transaksi.

Volatilitas penting diukur karena terkait dengan risiko maupun potensi keuntungan yang diperoleh dalam sebuah transaksi.

Fitur ATR memungkinkan trader untuk mengetahui rentang transaksi rata-rata dari sebuah pasar valas untuk rentang waktu tertentu. Adapun rentang waktu tersebit ditentukan pribadi oleh trader sebelum menggunakan fitur ini.

Dengan kata lain, jika nilai ATR yang ditetapkan adalah 20 pada grafik harian, maka trader akan disuguhkan informasi berupa rentang transaksi rata-rata selama 20 hari terakhir.

Dari sinilah, trader dapat memperoleh informasi terkait volatilitas transaksi. Ketika ATR mengalami penurunan, hal ini mengindikasikan penurunan volatilitas. Sementara jika terjadi kenaikan ATR, maka hal ini menandakan terjadinya kenaikan volatiltas. (Redaksi)

Editor/Bahar

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU