oleh

Ini Realisasi PAD Pemkab Sinjai Hingga September 2020

KABARSINJAI.COM, Sinjai – Realisasi penerimaan Pendapatan Asli daerah (PAD) Kabupaten Sinjai hingga bulan September 2020 atau Triwulan ketiga menunjukkan trend positif meski daerah tersebut dilanda pandemi Covid-19.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sinjai, Asdar Amal Darmawan mengatakan, realisasi penerimaan hingga triwulan ketiga ini, mencapai 82,68 persen atau senilai Rp.75.045.166.909 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp90.762.840.633 miliar.

“Saat ini realisasi PAD sudah berada diangka presentase 82,68 persen, masih ada selisih Rp 15.717.673.723 dari target Rp90.762.840.633 miliar,” ungkapnya saat ditemui di Kantornya, Kamis (1/10/2020).

Dia mengatakan, rencana penerimaan berdasarkan rasionalisasi anggaran setelah adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh dua Menteri yang tadinya di APBD pokok direncanakan Rp100 miliar lebih harus turun ke Rp 90 miliar yang saat ini sudah terealisasi sebesar Rp 75 miliar lebih.

BACA JUGA: Pemkab Gagas Dua Desa di Sinjai Jadi Percontohan Program Smart Kampung

“Walau APBD 2020 ada perubahan penerimaan disisi pendapatan atapun pendapatan asli daerah, angka ini tidak terlalu jauh dari apa yang sudah dicapai saat ini, karena perubahannya tidak terlalu signifikan, khususnya PAD kita cuma berubah dari Rp90 miliar yang dirasionalisasi menjadi 91 miliar lebih di Rancangan APBD perubahan. Kalau kita melihat presentase capainnya juga sudah menunjukkan 85 persen lebih,” ujarnya.

Sementara itu, hasil pajak daerah dari target Rp11.523.222.938 miliar, juga telah terealisasi sebesar Rp9.978.587.273 miliar atau 86,60 persen, dari beberapa jenis pajak diantaranya, pajak restoran 76,83 persen senilai Rp1.079.437.130 dari target Rp1.404.944.700.

Pajak hiburan terealisasi 87,77 persen atau senilai Rp9.322.450 dari target Rp10.621.550, pajak reklame papan/bill board/videotron /megatron terealisasi 139,72 persen atau senilai Rp104.791.750, pajak penerangan jalan PLN terealisasi 95,08 persen atau senilai Rp4.826.956.288.

Pajak tambang mineral bukan logam terealisasi 12,80 persen atau senilai Rp44.791.500, pajak air bawah tanah terealisasi 95,71 persen atau senilai Rp11.224.520, pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan terealisasi 78,01 atau senilai Rp3.221.030.706.

BACA JUGA: Dua Pelajar Jadi Korban Penganiayaan, Pemkab Sinjai Tunjuk Kuasa Hukumnya Lakukan Pendampingan

Mantan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) ini menambahkan bahwa, Pemerintah Kabupaten Sinjai optimis dapat mencapai target rencana penerimaan pendapatan hingga akhir tahun 2020. Meski, harus menghadapi tantangan sekaitan dengan masa pandemi Covid-19.

“Sejak lepas dari triwulan I memang rencana penerimaan kita atau pengelolaan keuangan secara umum dan khusus pendapatan daerah itu sangat berdampak dengan adanya Covid-19. Terutama beberapa jenis pendapatan yang terpengaruh langsung, seperti halnya pajak daerah, disisi pajak hotel, restoran, dan pajak hiburan. Ini juga yang menyebabkan kita harus merasionalisasi rencana penerimaan berdasarkan evaluasi kita dalam pengelolaan di masa pendemi ini,” tutup Asdar. (Ads)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU