oleh

Inovasi Pengentasan Kemiskinan ‘Sibantuki’ Berbasis Digital Segera Launching

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Aplikasi SiBaNTuki (Sinjai Bersatu dan Terintegrasi Tanggulangi Kemiskinan). Sebuah sistem berbasis digital yang tengah dikembangkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sinjai kini memasuki tahap finishing.

Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib mengungkapkan, progres aplikasi SiBaNTuki tengah mencapai 95 persen, sehingga dalam waktu dekat akan di launching. Meski begitu, untuk sementara belum bisa di akses oleh masyarakat luas.

“Nanti setelah launching baru bisa di akses oleh masyarakat dan seluruh perangkat daerah di Kabupaten Sinjau karena memang kita masih fokus bagaimana perbaikan dan penyajian data yang akurat,” ujar Irwan usai menjadi narasumber dialog khusus di Sinjai TV, Selasa (4/10/2022) siang.

Dia mengakui juga gencar melakukan sosialisasi dalam bentuk tudang sipulung dan meminta masukan ke masyarakat, khsususnya dienam desa yang menjadi lokus.

BACA JUGA:
463 Atlet Kabupaten Sinjai Siap Dulang Medali di Porprov 2022

Mengenal ‘Macca Qe’, Sebuah Inovasi di Bidang Pendidikan yang Dicetuskan Kadisdik Sinjai

“Artinya masukan-masukan dan informasi dari masyarakat pada kegiatan tudang sipulung itu sangat baik dan berguna untuk bagaimana perbaikan dan penyempurnaan dari aplikasi SiBaNTuki. Alhamdulillah masyarakat juga antusias,” kata dia.

Terlebih, aplikasi ini dapat dijadikan sebagai data dalam hal pengambilan kebijakan setiap OPD untuk mencari sasaran yang akan diberikan bantuan, sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi secara tepat dan cepat.

“Kami di Bappeda selaku perencanaan sangat optimis bahwa dengan aplikasi SiBaNTuki ini bisa menurunkan angka kemiskinan secara drastis. Tapi tentu semua perangkat daerah punya komitmen yang sama, begitupun dari pihak perbankan dan lembaga sosial lainnya,” jelasnya.

BACA JUGA:
Pernyataan Prof. Wasir Talib Disorot, Panpel Porpov Sinjai: Jangan Provokator dan Bikin Gaduh

Ada Apa, Polisi di Sinjai Barat Datangi Rumah Tokoh Masyarakat, Abdul Rasyid

Irwan berharap, bukan hanya pemerintah daerah yang terlibat dalam pengentasan kemiskinan, akan tetapi pihak perbankan, dunia usaha, lembaga sosial maupun pihak ketiga bisa terlibat semua. Apalagi dalam setiap tahun seperti perbankan punya program CSR.

“Kita berharap kedepan kita bergandengan tangan, berkolaborasi untuk bagaimana membantu masyarakat miskin bisa lebih sejahtera dan keluar dari kemiskinan,” kuncinya. (Humas)

 

Komentar Facebook