oleh

Keluhan Sapi Bebas Berkeliaran di Jalan Raya Diadukan ke DPRD Sinjai

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Hewan ternak sapi yang berkeliaran di pusat kota Sinjai, hingga ke jalan raya terus dikeluhkan warga Sinjai Kota. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dinilai tutup mata dengan kondisi tersebut.

Yang terbaru, Lembaga Pemantau Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LPKPK) mewakili masyarakat mengadukan hal ini ke DPRD Sinjai, Senin (29/8).

Mereka menganggap ternak sapi yang berkeliaran hingga ke jalan raya sangat berbahaya. Pemandangan seperti ini nyaris dijumpai setiap hari di sejumlah ruas jalan kota Sinjai. Tidak hanya berpotensi, tapi sudah membahayakan pengendara.

“Beberapa warga sudah menjadi korban kecelakaan akibat sapi berkeliaran. Ini tidak boleh dibiarkan karena sudah meresahkan,” ucap Ketua LPKPK Sinjai, Sabri Hidayat dihadapan anggota DPRD Sinjai.

Baca juga: 41 Sapi Positif, Langkah Cepat DPKH Sinjai Antisipasi Penyebaran PMK

Hal senada diungkapkan, Sekretaris LPKPK Sinjai, Bahar bahwa regulasi yang mengatur tentang penertiban Hewan ternak yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) No 4 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum Serta Perlindungan Masyarakat, tidak memberikan efek jera kepada pemilik ternak.

“Bukannya tidak mendukung kebijakan tapi Perda tersebut masih lemah dalam penindakan terhadap sapi yang berkeliaran dalam kota Sinjai,” ucapnya.

Dia menganggap, sanksi yang diberikan terhadap pemilik sapi hanya berakhir pada surat pernyataan maupun denda Rp50 ribu per hari untuk Sapi, Kerbau dan Kuda serta Rp30 ribu per hari untuk Kambing.

Olehnya itu, pihaknya menginginkan ada kebijakan baru yang mengatur sanksi yang lebih spesifik, misalnya sanksi kurungan sampai 6 bulan dan denda Rp50 juta agar pemilik sapi tidak lagi melepasliarkan ternaknya.

“Di Perda yang sekarang juga ada sanksi begitu hanya saja dalam penerapannya tidak jelas yang mana yang masuk dalam kategori itu karena Perda ini mengcover beberapa Trantibum. Nah yang mana konteks pelanggaran yang disebutkan dalam Perda itu mengenai sanksi seperti diatas,” jelasnya.

Baca juga: Progres Pembangunan Pasar Udo Sinjai Selatan 70,22 Persen, Bakal Ditempati 76 Pedagang

Sementara itu, Anggota DPRD Sinjai Muzawwir, menyampaikan persolan sapi yang berkeliaran di jalan sudah meresahkan masyarakat, penting kiranya ditindaklanjuti dengan Komisi 1 DPRD Sinjai, terkait melalui rapat kerja bersama OPD untuk mencari solusi.

“Kami sudah menerima aspirasi yang telah disampaikan dan insyaallah akan kami segera tindaklanjuti dengan menyampaikan ke Pimpinan DPRD untuk kemudian di laksanakan rapat kerja dengan instansi terkait,” tandasnya.

Sebelum diberitakan, sejumlah warga Sinjai Utara mengeluhkan banyaknya sapi yang berkeliaran di jalan raya. Tidak hanya itu, sapi juga banyak berkeliaran di dalam perumahan, hingga merusak tanaman warga. (Tim)

Komentar Facebook