oleh

Kepedulian ASA Ringankan Beban Korban Kebakaran di Pasar Sinjai Direspon Perbankan

KABARSINJAI.COM, Sinjai – Perhatian Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) terhadap para korban kebakaran lods di kompleks pasar Sentral Sinjai tidak berhenti begitu saja.

Para korban yang kesemuanya adalah para pedagang atau pengusaha tersebut, kembali mendapat perhatian dari Pemkab Sinjai berupa bantuan fasilitas Restrukturisasi kredit dengan pihak perbankan.

Kadis Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai, H Firdaus mengatakan, langkah yang diambil ini sesuai arahan Bupati ASA, pasca kejadian kebakaran di Kompleks Pasar Sentral Sinjai.

Tujuannya, agar pedagang atau pengusaha yang menjadi korban kebakaran dapat kembali bangkit membangun usahanya sesegera mungkin.

“Pasca kejadian itu saya langsung dipanggil sama pak Bupati untuk menindaklanjuti sekaligus memfasilitasi bantuan yang bisa diberikan melalui kementerian koperasi”, ucapnya, Rabu (4/3/2020)

Ini juga, ungkapnya merupakan bentuk kepedulian Bupati Sinjai terhadap masyarakat yang terkena musibah, khususnya para pedagang yang menjadi korban kebakaran yang diharapkan dapat mengurangi beban dari para pengusaha atau pedagang.

Lihat juga: Kuasai Ganja, Empat Orang di Sinjai Diringkus Polisi, Satu Berstatus Pelajar

“Setelah pak Bupati memerintahkan untuk dilakukan koordinasi dengan perbankan, saya langsung undang semua pedagang ke kantor untuk mendata yang terdaftar sebagai nasabah pinjaman, lalu bertemu dengan pihak perbankan”, sambungnya.

Terpisah, Kepala Kantor Cabang Bank BRI Sinjai, Hamid Rusdianto yang ditemui diruang kerjanya, merespon baik kepedulian Bupati ASA terhadap para korban kebakaran yang tidak lain adalah nasabahnya.

“Pada dasarnya kita respon baik dan sangat peduli, bahkan sebelum pak Kadis datang kami juga sudah melakukan kunjungan ke para nasabah kita yang menjadi korban kebakaran”, katanya.

Mengenai hal tersebut, Hamid mengaku akan menerapkan sistem Restrukturisasi sebagai upaya penyelamatan atau perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.

Pada umumnya melalui sistem Restrukturisasi tersebut, pihaknya akan melakukan perpanjangan jangka waktu kredit sesuai kemampuan debitur.

Contohnya pedagang yang mempunyai satu tempat usaha yang hangus terbakar, maka akan di beri keringanan sampai bisa berusaha kembali.

Sedangkan bagi pedagang yang masih mempunyai tempat usaha lain, maka hanya akan diberikan keringanan angsuran.

“Intinya tidak disamaratakan karena kita akan cek secara CIS by Cis. Kita juga serahkan urusannya ke wilayah, sebab tidak semua keputusan juga ada sama saya”, jelasnya.

Dari sejumlah pedagang yang menjadi korban dari data Dinaskopnaker Sinjai, 11 diantaranya merupakan nasabah BRI Sinjai. Baik berstatus nasabah simpanan maupun nasabah pinjaman. (**)

Editor / Bahar

Komentar Facebook

BERITA TERBARU