oleh

Ketua KONI Jeneponto Akui Tak Pernah Ada Pembahasan Tuan Rumah Bersama Porprov

KABARSINJAI.COM, SINJAI, – Polemik berkepanjangan terkait munculnya Surat Keputusan (SK) penetapan tuan rumah bersama Porprov XVII, Kabupaten Sinjai bersama Kabupaten Bulukumba, kian meruncing.

Hal ini menyusul setelah sejumlah Anggota KONI Sulsel menolak adanya SK Gubernur Sulsel mengenai penetapan tuan rumah bersama Porprov XVII, dan mereka meminta agar penyelenggaraan tetap tuan rumah tunggal.

Bukan tanpa alasan, penunjukan Kabupaten Sinjai sebagai tuan rumah Porprov XVII berdasarkan hasil rapat anggota KONI Sulsel setelah melalui mekanisme voting. Dimana saat itu Kabupaten Sinjai dinyatakan menang atas Kabupaten Bulukumba yang hasilnya, Sinjai mendapatkan 21 suara sementara Bulukumba hanya 3 suara.

Baca Juga : Parah! Penetapan Tuan Rumah Porprov 2022 Ditengarai Ada Intervensi Gubernur

Penolakan tuan rumah bersama Poprov 2022 pun diutarakan Ketua KONI Kabupaten Jeneponto, Karim mengatakan, pada rapat anggota KONI Sulsel beberapa waktu lalu, tidak pernah dibahas mengenai tuan rumah bersama penyelenggaraan Porprov.

“Saya komitmen sesuai hasil awal. Memang paling bagus Sinjai (dari sisi kesiapan penyelenggaraan),” jelas Karim, Kamis, 4 Oktober 2018.

Menurutnya, persoalan ini harus segera diselesaikan. Gubernur perlu duduk bersama dengan KONI Sulsel, KONI Sinjai, KONI Bulukumba, serta Pemkab Bulukumba dan Pemkab Sinjai.

Senada hal itu, Ketua KONI Tana Toraja, Laurel Andi Lolo, tegas mengatakan bahwa Penyelenggaraan tuan rumah Porprov XVII diamanatkan kepada Kabupaten Sinjai sesuai hasil rapat anggota KONI Sulsel.

“Kami menyerahkan kepada KONI Sulsel dan Pemprov Sulsel untuk menyelesaikan masalah ini, dengan tetap berpedoman pada hasil keputusan rapat anggota KONI sebagai bahan pertimbangan,” tuturnya.

Adapun Ketua KONI Sulsel, Ellong Tjandra berujar, pihaknya sementara menyusun kronologi rapat anggota KONI Sulsel. Dengan hasil, Sinjai mendapatkan dukungan mayoritas dari anggota KONI Sulsel.

“Kami hanya memberikan apa adanya. Satu nama saja yang kami usulkan. Hanya Sinjai. Kalau Pak Gubernur sesuai SK Penetapan ternyata memilih tuan rumah bersama,” bebernya.

Diberitakan sebelumnya, polemik ini menjurus setelah Ketua KONI Kabupaten Luwu, Astamanga Azis membeberkan adanya dugaan intervensi Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah, dalam penentuan tuan rumah Porprov ini.

Baca Juga : Spanduk Penolakan Tuan Rumah Bersama Porprov 2022 Tersebar di Kota Pinrang

“Saat Rapat Anggota Koni dibuka dengan salah satu agendanya pemilihan tuan rumah, banyak yang menghubungi kami (KONI Luwu) sebagai peserta dalam rapat tersebut. Mereka menginkan agar kami memilih Bulukumba. Tak sedikit adalah pejabat pejabat di daerah kami. Saat ditanyakan apa alasan sehingga harus memilih Bulukumba? Jawabnya, “keinginan Pak Gubernur terpilih,” beber Astamanga, Rabu 3 Oktober 2018 lalu.

Jawaban tersebut pun kata Astamanga bergulir di arena rapat anggota, dan menjadi isu santer bahwa Gubernur terpilih inginkan Bulukumba jadi tuan rumah. Dengan munculnya SK Gubernur tentang penetapan tuan rumah bersama Poprov 2022 menjadi bukti adanya dugaan intervensi kuat dari seorang Gubernur.

Bupati Sinjai, Andi Seto Ghadista Asapa menegaskan, pihaknya tetap ingin menjadi tuan rumah tunggal. Seperti hasil rapat anggota KONI Sulsel, beberapa waktu lalu.

“Kami mengacu penentuan tuan rumah berdasarkan musyawarah anggota KONI Sulsel. Dan dari hasil voting, Sinjai dapat dukungan lebih banyak,” kata Seto, beberapa waktu lalu. (*)

Editor/Irawan.

Komentar Facebook

BERITA TERBARU