oleh

Kinerja Pansel Beasiswa Mahasiswa Disorot, Anggota DPRD Sinjai Akan Cari Kebenarannya

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sinjai, Muhammad Wahyu, menyoroti hasil kinerja Tim Panitia Seleksi (Pansel) penerima Beasiswa bagi Mahasiswa di Kabupaten Sinjai.

Hal tersebut ditegaskan Muhammad Wahyu saat hadir rapat dengar pendapat (RDP) mengenai program beasiswa Pemkab Sinjai di ruang rapat DPRD Sinjai, Rabu (12/02/2020)

Menurutnya, Tim pansel ini tidak jeli dalam memverifikasi daftar penerima Beasiswa, terbukti dengan adanya penerima Beasiswa yang tidak layak namun tetap menerima Beasiswa tersebut.

Baca Juga: Jawab Keresahan Warga, Pemkab Alokasikan Puluhan Miliar Untuk Sinjai Barat, Ada Perbaikan Jalan

“Ada ditemukan salah satu mahasiswa yang tidak layak menerima bantuan beasiswa karena tidak sesuai dengan ketentuan regulasi yang ada atau Perbup tentang penerimaan beasiswa, jadi saya pikir Tim pansel ini kurang jeli melihat ini”, ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Wahyu juga meminta agar tim pansel yang dibentuk Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai ini bisa lebih jeli dalam persoalan verifikasi daftar penerima beasiswa dari pemerintah kabupaten Sinjai.

“Selaku Wakil Rakyat saya minta tim seleksi penerima beasiswa yang dibentuk oleh dinas pendidikan harus jelih melihat nama-nama atau mahasiswa yang layak menerima bantuan beasiswa tersebut agar tepat sasaran”, tegasnya.

Anggota DPRD Sinjai lainnya, Jamaluddin, menyatakan dengan tegas bahwa DPRD tidak akan berhenti sampai disini. Pihaknya mengaku akan terus mengawal persoalan ini.

“Insya Allah kita akan melakukan kunjungan ke Kampus UNM Makassar untuk menanyakan terkait persoalan penerima beasiswa ini”, katanya.

Baca Juga: 27 Titik Jalan dalam Kota Sinjai Siap Dikerjakan Tahun Ini, Berikut Daftarnya

Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintahan Setdakab Sinjai Dr H Muhlis Isma, mengemukakan kalaupun persoalan ini memang benar terjadi, pihaknya akan betul-betul menindaklanjuti.

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU