oleh

Koalisi Kenikmatan di Kebon Akhirnya Malah menjadi Abon

-Daerah, Terbaru-386 views

KABARSINJAI.COM, – PENYAKIT “subita” (suka bini tetangga) bisa terjadi di mana-mana. Kali ini praktisinya adalah Kasim, 43, warga Takalar (Sulsel). Seperti tak ada tempat saja, dia mengajak Ny. Mariam, 30, tetangganya membangun koalisi kenikmatan di kebon pisang. Baru pemanasan ketahuan suaminya, langsung Kasim dibacok sampai jadi abon!

Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau ketimbang rumput di rumah, begitu kata a pakar peselingkuhan. Praktisi “subita” pasti membenarkannya, sebab bini tetangga itu merupakan barang baru baginya. Pasti lebih seru dan saru. Sebab untuk mendapatkanya harus pakai perjuangan. Beda dengan “rumput” di rumah, dibabat kapan saja selalu siap, walhasil sudah nihil sensasi.

Kasim warga Galesong Selatan Kabupaten Takalar, termasuk lelaki yang punya penyakit “subita” stadium 4. Ini sebetulnya penyakit dalam, tapi dokter internist tak mampu menyembuhkan. Sebab ketika dirongent pakai sinas X, hasil filmnya berupa daun waru ditusuk panah. Susah ini disembuhkan, mau dikemo sampai kepala gundul pun takkan sembuh. Yakin itu.

Siapakah gerangan tuan, wanita yang mengharu biru perasaan dan jiwanya? Tak lain Ny. Mariam, tetangga sendiri. Orangnya cantik, seksi, nyaris sempurna. Kalau ada cacat paling-paling, kenapa sudah menjadi bini orang. Padahal Kasim yakin, jika dia serius, perempuan model Mariam ini bila dikejar satu putaran juga kena.

Apa parameternya, kok Kasim berani klaim demikian? Sebab sepertinya memang Mariam dulu yang memberi angin, angin asmara tentunya, bukan angin mamiri. Kerlingan mata, senyumnya, merupakan sinyal-sinyal penuh gairah yang menawarkan sejuta kenikmatan, Bukti nyata, Mariam suka mengirim ke rumah makanan kesukaan Kasim. Ketika yang menerimaKasim sendiri, tangannya suka iseng mencubit tangan Mariam, dan terntyata dia hanya senyum. “Masuk Pak Eko!” kata setan saat melihat adegan itu.

Sejak itulah Kasim memastikan diri bahwa tanpa survei-surveian, baik internal maupun quick count, hati Mariam memang 70 persen disisihkan untuknya. Maka sekali waktu koalaisi itu dilanjutkan dengan eksekusi. Hasilnya sama-sama puas, sehingga Kasim ketagihan, ingin mengulangi lagi bangunan koalisi kenikmatan itu.

Beberapa hari lalu tetangga kebetulan ada pesta hajatan. Maka Mariam pamitan suami untuk ke sana, bantu-bantu masak. Padahal aslinya, dia tak ke tempat tetangga hajatan, malainkan janjian dengan Kasim di kebun pisang. Kok di kebon pisang, memangnya tak mampu cek in di hotel? Kelamaan itu, di kampungnya tak ada hotel. Yang penting tertunaikan, di manapun lokasinya.

Tapi Patompo, 35, sebagai suami punya firasat tidak enak. Dia menyusul istrinya ke tempat hajatan, ternyata tak ada. Saat dia mau kembali ke rumah, di kegelapan malam dia melihat gerakan mencurigakan di kebun pisang tak jauh dari belakang rumahnya. Begitu didekati, ternyata di situ ada Mariam dan Kasim tetangganya. Istri dalam kondisi bugil, sedangkan Kasim masih pakai sarung cap Gajah Bengkak.

Kebetulan Patompo sudah membawa golok. Maka begitu Kasim mau kabur, langsung dikejarnya, sampai masuk ke persawahan. Dalam kegelapan malam, lari di atas pematang kecil, Kasim pun terjatuh. Langsung saja dibacok berulang kali, sampai jadi abon! Polisi segera turun tangan, Patompo dan Mariam digelandang ke kantor polisi. Satunya tersangka, satunya saksi.

Rumput tetangga bakal meranggas di tahanan polisi. (Gunarso TS)

Sumber / poskatanews.com

Editor / Bahar

 

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU