oleh

Komitmen Cegah Stunting dan Wasting, RSUD dan Dinkes Sinjai Teken Kerja Sama

INFOKESEHATAN.COM, – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai, melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama tentang program penurunan prevalensi stunting dan wasting, di Aula Pertemuan Lantai II RSUD Sinjai, Selasa (30/8).

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani langsung oleh Direktur RSUD, dr. Kahar Anies dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Aliawati Albek yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan.

Direktur RSUD Sinjai, dr. Kahar Anies mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat fungsi Rumah Sakit sebagai pusat rujukan kasus stunting dan wasting, menjadikan rumah sakit sebagai pendamping klinis dan manajemen, dan mengembangkan kedudukan Rumah Sakit untuk pemantauan dan evaluasi.

“Kegiatan ini juga bermaksud untuk membangun komitmen bersama para jejaring RSUD Sinjai dalam hal ini puskesmas se-Kabupaten Sinjai dalam penanganan kasus yang membutuhkan rujukan dan intervensi lebih lanjut oleh Dokter Spesialis,” ujarnya.

Dikatakan dr. Kahar, setelah penandatanganan perjanjian kerja sama nanti antara Dinas Kesehatan dan RSUD Sinjai tentang program penurunan prevalensi stunting dan wasting diharapkan tatalaksana rujukan untuk penemuan Ibu Hamil dan Ibu Nifas KEK, Bayi/Balita stnting dan wasting di posyandu maupun di puskesmas bisa
terlaksana dengan baik.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sinjai, dr. Aliawati Albek menuturkan bahwa, pihaknya dari Dinas Kesehatan menyambut baik penandatanganan kerja sama tersebut. Sebab, hal itu sebagai salah satu bukti dan komitmen untuk bersama-sama ingin menurunkan Stunting di Kabupaten Sinjai.

Dia menyebut, Puskesmas sebagai Fasyankes yang langkah awal melakukan skrining dan deteksi dini kasus-kasus stunting, terutama di sasaran resiko seperti catin, bumil KEK, bufas KEK sampai bayi dan balita stunting, sudah dapat melakukan intervensi pencegahan dan penanganan awal.

“Namun jika mendapatkan kasus-kasus yang sudah wajib dirujuk ke Fasyankes lanjutan, dalam hal ini RSUD yang memiliki dokter spesialis, maka puskesmas akan melakukan rujukan dan menindaklanjuti penanganan setelah rujukannya dikembalikan ke puskesmas kelak,” kata dia.

Lanjut dr. Anti, sapaan mantan Kepala UPTD Puskesmas Balangnipa ini, termasuk kunjungan homecare RSUD ke rumah-rumah sasaran stunting dan wasting didampingi oleh petugas gizi dari masing-masing puskesmas.

“Harapannya semoga dengan adanya PKS ini, dinkes dan RSUD bisa berkolaborasi sehingga program pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Sinjai bisa lebih maksimal lagi,” pungkasnya. (tim)

Baca Selengkapnya

Komentar Facebook