oleh

KPPN Sinjai Sebut Realisasi APBN Capai 60 Persen, Penyaluran UMi Diangka Rp.3,3 Miliar

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kabupaten Sinjai telah direalisasikan Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN) Sinjai. Hingga Triwulan III, realisasi APBN di Kabupaten Sinjai mencapai Rp263,21 Miliar dari total pagu Rp.438,66 miliar atau sekitar 60 persen.

Hal ini diungkapkan Kepala KPPN Sinjai, Arif Kurniadi pada acara kegiatan Press Release Sinergi Kemenkeu One secara daring yang dihadiri Kepala KPP Bulukumba, Kepala KPP Bantaeng, Kepala KPPN Bantaeng dan Kepala KPPN Sinjai, serta Satuan Kerja lingkup KPPN Bantaeng, Kamis (20/10/2022).

Arif merinci realisasi APBN di Kabupaten Sinjai, terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat mencapai 77,51 persen atau sebesar Rp131,97 miliar, dan Belanja Dana Transfer (TKDD) mencapai 48,90 persen dari pagu sebesar Rp268,40 miliar.

Sedangkan realisasi pendapatan sampai dengan triwulan III tahun 2022 baru mencapai 8,67 persen atau sebesar Rp22.45 miliar dari total pagu sebesar Rp259,03 miliar, mengalami kenaikan sebesar 35,99 persen dibandingan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:
Wujud Partisipasi PGRI Sinjai, Sumbang Beras dan Air Mineral untuk Kontingen Porprov 2022

Tok! Perubahan APBD 2022 Pemkab Sinjai Disetujui DPRD

Kenaikan perpajakan sebagian besar disumbang dari PPN Dalam Negeri. Sedangkan dari sisi belanja mengalami kontraksi sebesar 3,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Turunnya realisasi ini disebabkan oleh turunnya pagu belanja di awal tahun 2022. Walaupun realisasi secara jumlah tahun ini mengalami penurunan, tetapi persentase realisasi tahun ini mengalami peningkatan,” ucapnya.

Lebih lanjut Arif merincikan, tingkat realisasi belanja Pemerintah Pusat yang tertinggi yaitu Belanja Pegawai sebesar 82,46 persen atau Rp83,68 miliar dari pagu sebesar Rp101,49 miliar.

Kemudian dilanjutkan Belanja Modal sebesar 78,16 persen atau Rp12,85 miliar dari pagu sebesar Rp16,44 miliar, dan Belanja Barang sebesar 67,72 persen atau Rp35,44 miliar dari pagu sebesar Rp52,34 miliar . “Rendahnya realisasi Belanja Barang disebabkan oleh beberapa satuan kerja yang memperoleh tambahan pagu Belanja Barang yang cukup besar pada triwulan III,” sambungnya.

Untuk belanja TKDD, kata dia, KPPN Sinjai telah menyalurkan Dak Fisik sebesar 31,48 persen atau Rp51,13 miliar dari pagu Rp162,40 miliar, DAK Non Fisik sebesar 72,14 persen atau Rp30,53 miliar dari pagu Rp42,31 miliar dan Dana Desa sebesar 77,85 persen atau Rp49,59 miliar dari pagu Rp63,69 miliar.

Terkait belanja Ultra Mikro (UMi) lebih lanjut Arif menjelaskan, Pemerintah menyediakan fasilitas pembiayaan yang mudah dan cepat bagi Usaha Ultra bagi pelaku usaha yang tidak tercover dengan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

BACA JUGA:
Tim Penilai Lomba Sambangi Posyandu Lansia Sejahtera Bongki

Kontingen Porprov Torut Tiba di Sinjai, Disambut Bupati ASA

Hingga 30 September 2022, total dana yang telah disalurkan kepada 746 debitur di Kabupaten Sinjai mencapai Rp3.357 miliar lebih. Total nilai penyaluran UMi Triwulan III 2022 meningkat 19.42 persen atau sebesar Rp468 juta lebih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Meskipun penyaluran APBN triwulan III 2022 ini sudah cukup baik, KPPN Sinjai akan terus melakukan koordinasi dengan Satker maupun Pemda Kabupaten Sinjai, guna mengoptimalkan realisasi sampai dengan akhir tahun anggaran 2022,” kuncinya. (RI/Kpn)

Komentar Facebook