oleh

Layanan Jemput Bola E-KTP di Desa dan Beasiswa Pemkab Sinjai Menyita Perhatian Legislator DPRD Bone

KABARSINJAI.COM, Bone, – Berbagai macam inovasi dan program yang dilakukan pada masa kepemimpinan Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) terus mendapatkan pengakuan positif. Tak sedikit diantaranya ada yang memberikan jempol atas program Pemkab Sinjai itu.

Anggota DPRD Kabupaten Bone, Andi Akhiruddin salah satunya. Ia cukup terpana dengan layanan jemput bola perekaman E-KTP yang dilakukan Disdukcapil Sinjai.

Tidak hanya itu, program lainnya yang menyita perhatian legislator kabupaten tetangga ini, adalah beasiswa berprestasi yang disiapkan untuk mahasiswa.

Hal tersebut dinilai Akhiruddin, penting dilakukan di Kabupaten Bone dalam hal pelayanan publik untuk mempermudah akses dasar masyarakat.

BACA JUGA: Atlet Renang Sinjai Tampil Memukau, Finish di Tiga Besar Pra Porprov

“Sebagai bentuk peduli pendidikan di Kabupaten Bone, misalnya bentuk program Lisu Massikola, tetapi pelayanan Disdukcapil memang perlu didorong untuk masuk di desa-desa atau di ibukota kecamatan,” katanya. Jumat, (12/11/2021)

Menurutnya, dalam membuat program harus direncanakan dengan matang agar program atau kebijakan yang dihasilkan dapat tepat sasaran dan tidak membebani daerah.

“Misalnya dalam membuat program dilihat tepat sasaran atau tidak, selanjutnya efisiensi program yang lahir tidak menelan anggaran yang banyak sehingga tidak menguras APBD,” bebernya.

BACA JUGA: Pemkab Sinjai Rilis Pengumuman Hasil SKD CPNS Tahun 2021

Selain itu, Anggota DPRD Bone lainnya, Hasrul Harahab menambahkan memang perlu diadakan program beasiswa di sektor pendidikan di Kabupaten Bone.

“Membentuk beasiswa sangat jelas keberpihakannya pada kecerdasan anak bangsa dan layanan kesehatan prima. Kemudian Puskesdes atau Pustu yang ada di desa dimanfaatkan harus disertai dengan fasilitas yang cukup dan tenaga medis,” tambah Hasrul.

Lebih lanjut dikatakan, cara pelayanan Pemkab Sinjai dengan mendatangi desa desa untuk mempercepat perekaman memang dibutuhkan dan dapat membantu masyarakat.

“Masyarakat pinggiran atau desa yang berada di wilayah yang aksesnya jauh ke kota, mereka tidak jauh-jauh lagi harus datang ke kota. Misalnya Kecamatan Bontocani dan Tellulimpoe sangat menanti program demikian,” tutupnya. (Tim)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU