oleh

Luar Biasa Perjuangan Tim PSC 119 Mannanti, Gotong Pasien Ditengah Sawah

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Meski harus melewati rintangan yang cukup berat. Kisah dan perjuangan yang mengangumkan ditunjukkan tim Public Safety Center (PSC) 119 Mannanti, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai, Selasa pagi (24/12/2019)

Terik matahari yang begitu menyengat di pagi hari, tak menghentikan langkahnya untuk mendatangi rumah warga yang membutuhkan pertolongan medis.

Itu menunjukkan semangat mereka untuk memberikan pelayanan kesehatan prima kepada masyarakat tak pernah surut.

Mereka melakukan penjemputan pasien Inpartu di Dusun Bontolohe, Desa Bua, Kecamatan Tellu Limpoe bernama Mia (41).

Baca Juga: Anggaran Insentif Petugas Keagamaan di Sinjai Tahun Depan Meningkat

Terkendala dengan akses jalan, nampak bersama keluarga pasien bersama Tim PSC menggotong pasien melewati area persawahan dan bukit yang cukup menantang dengan jarak ditempuh cukup jauh, sekitar 2 kilometer dari Jalan Raya.

Rukmawati, seorang bidan di Desa Bua mengatakan, bidan desa seperti diketahui bahwa mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis sebagai ujung tombak dalam memajukan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah pedesaan.

Khususnya kata dia, dalam membantu ibu-ibu hamil dan bayi atau anak-anak berumur di bawah lima tahun (balita).

“Meski harus melewati berbagai rintangan, tapi kami tidak patah semangat untuk datang mengunjungi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucap Rukmawati.

Disebutkan, bidan desa mempunyai peranan yang sangat besar dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi di daerah pedesaan. Sehingga, ketus dia, pihaknya intens melakukan kontrol Perkembangan kesehatan ibu hamil yang ada di wilayah kerjanya.

Baca Juga: Perkuat Gerak Ekonomi, Pemkab Akan Kembangkan UMKM di Sinjai Melalui OK OCE

“Kami juga mengontrol perkembangan kesehatan ibu-ibu hamil, mulai dari awal mengandung, membantu proses kelahiran, sampai pasca kelahiran. Dengan misi yang mulia yaitu menghindari atau menekan seminimal mungkin terjadinya kasus kematian ibu dan bayi serta gizi buruk,” pungkas Rukmawati.

Seperti itulah perjuangan, para bidan desa. Suka atau tidak suka, harus tinggal di daerah pedesaan dan melaksanakan tugas pelayanan kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Mereka tidak berlebihan jika dijuluki sebagai “Pejuang Kesehatan Ibu dan Bayi” di daerah pedesaan. (Adv)

Editor/Andis

Komentar Facebook

BERITA TERBARU