oleh

Merasa ‘Dianak Tirikan’ Soal Dana Pembinaan, Ketua KONI Sinjai Angkat Bicara.

KABARSINJAI.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sinjai sebagai induk organisasi yang membina Cabang Olahraga (Cabor) menuai sorotan, hal ini terkait dengan pembagian dana pembinaan terhadap Pengurus Kabupaten (Pengkab) Cabor di Sinjai.

Seperti yang dicuitkan Khair Syurkati dilaman Facebook (FB)nya tertanggal, 14 Maret 2018, mengatakan bagaimana bisa KONI Sinjai lebih mementingkan Cabor yang hanya berpotensi menyumbang 1 medali ketimbang Cabor yang berpeluang meraih puluhan medali.

Cuitan Khair Syurkati yang juga Pembina Cabor Pencak Silat ini, mendapat beragam respon di kolom komentar FBnya, salah satunya Mantan Pengurus KONI yang juga Mantan Sekretaris Perbakin Sinjai, Zainal Abidin Ridwan, menurutnya hal itu Kembali ke pemilik suara saat kontestasi dulu.

“Saat masih di KONI saya sempat buat pemetaan Cabor yang potensial mendulang medali untuk persiapan Porprov, dan itu adanya di olahraga perorangan seperti Renang, Karate, Pencak Silat, Atletik, Panjat Tebing, Anggar, serta Dayung. Pada cabor inilah porsi anggaran mestinya lebih besar untuk meraup target 5 besar Porprov. Meski saat itu saya Sekum Perbakin, tapi saya nda masukkan dalam list pemetaan itu, karena saya harus realistis di menembak kita masih sulit bersaing,” paparnya.

Hal ini, kata Zainal Abidin Ridwan penting melihat rapor Cabor sejak Porda Bantaeng, dan dikomparasikan dengan prestasi Cabor saat menjalani pra Porprov.

“Pertanyaannya sekarang, apakah KONI Sinjai menggunakan pemetaan potensi sebelum menentukan postur anggaran ke masing-masing Cabor? saya khawatir tidak ada alat ukur yang digunakan,” tambah Zainal dalam kolom komentar FB Khair Syurkati.

Terpisah, Ketua KONI Sinjai Suhardiman yang ditemui diruang kerjanya, Kamis (12/42/2018) membantah akan istilah pembagian dana “dianak tirikan” tersebut. Ia menganggap bahwa itu tidak benar karena keputusan dana pembinaan yang diturunkan KONI Sinjai, sudah sesuai dengan hasil rapat kordinasi Pengkab Cabor dan seluruh Pengurus KONI.

“Kita bukan anti kritik, malah kami berterima kasih ada yang peduli, namun untuk istilah dianak tirikan, itu tidak benar karena hasil rapat kordinasi melahirkan bahwa tahun 2018, kita menggunakan skala prioritas, apa yang dihasilkan babak kualifikasi (Praporda) itu yang kita turunkan,” katanya.

Suhardiman, menambahkan bahwa dalam rangka Porda Pinrang ditahun 2018, pola pembinaan yang saat ini diprogramkan KONI Sinjai dibagi menjadi 2 tahap, yakni 5 Bulan pertama dan 3 bulan untuk Kedua.

Dan untuk anggaran KONI ditahun 2018, sebesar Rp. 5,5 Milyar lebih yang dibagi menjadi Tiga Pos, diantaranya Sekretariat Koni, Pembinaan dan Pelaksanaan Porda 2018 ini, Suhardiman mengaku penggunaan anggaran ini akan dilakukan secara efisien dan se-efektif mungkin.

“Ada 26 Cabor, tapi yang kita prioritaskan ini 19 Cabor yang lolos Porda. Nah, dari anggaran 5,5 Milyar khusus untuk Porda Rp. 2,5 Milyar, dan untuk mengkrucutkan lagi itu dana pembinaan kita berdasarkan hasil medali yang diraih di Praporda karena kalau kita tidak kasih begitu, mau – maunya sekarang Pengkab, contoh jumlah proposal Pengcab yang dimasukkan itu bisa saja diangkat – angkat (manipulasi). Jadi kapan kita ladeni apa yang menjadi semua kebutuhan Pengkab, berapapun anggaran yang dihibahkan ke Kita pasti tidak akan tercukupi, makanya kita beri kebijaukan dan atur sedemikian rupa bagaimana semua bisa tercukupi secara bertahap,” tutup Suhardiman. (A. Mirza)

Editor : Irawan.

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU