oleh

Meski Setiap Tahun Menurun, Pemkab Sinjai Terus Perkuat Strategi Atasi Kemiskinan

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Meski angka kemiskinan di Kabupaten Sinjai setiap tahunnya menurun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai terus berupaya agar program pengentasan kemiskinan di evaluasi.

Salah satu yang menjadi inovasi dalam pengentasan kemiskinan saat ini di Kabupaten Sinjai adalah Sibantuki” (Sinjai Bersatu dan Terintegrasi Tanggulangi Kemiskinan). Inovasi ini digagas Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib.

Inovasi ini dipersentasikan Irwan pada Rapat Koordinasi pendataan awal Regsosek tahun 2022, yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sinjai di Aula Pertemuan Wisma Sanjaya Putra Sinjai, Selasa (20/9/2022).

Menurut Irwan, keberhasilan Pemkab Sinjai dalan menekan angka kemiskinan tidak lepas dari kebijakan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) dalam melahirkan berbagai program unggulan. Apalagi, anggaran yang digelontorkan sekitar Rp60 miliar. Anggaran ini cukup besar, untuk membantu masyarakat mengurangi pengeluarannya. Terutama di sektor kesehatan melalui pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan sektor pendidikan melalui program pemberian seragam gratis.

BACA JUGA:
BKN Ganjar Pemkab Sinjai 2 Penghargaan Sekaligus

Bulan Oktober BPS Adakan Regsosek, Pemkab Sinjai Harap Masyarakat Berpartisipasi

“Fokus utama kita dalam mengentaskan kemiskinan pada intinya ada dua cara yaitu bagaimana mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat dan upaya untuk meningkatkan pendapatannya,” ucapnya.

Oleh karena itu, kegiatan regsosek ini sangat membantu pemerintah daerah untuk menghasilkan data makro. Hal ini sejalan dengan inovasi “Sibantuki”. Dimana data warga miskin akan diinput dalam satu aplikasi berdasarkan nama, alamat hingga foto rumah.

Sehingga, akurasi data kemiskinan yang dihasilkan bisa dipertanggung jawabkan. Organisasi Perangkat Daerah yang memiliki program pengentasan kemiskinan pun bisa menggunakan data yang telah disiapkan.

Bukan hanya itu, Irwan berharap kepada Pemerintah Desa atau Kelurahan untuk memetakan potensi desanya. Agar pemerintah daerah bisa memberikan bantuan untuk mendukung demi meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Misalnya di Sinjai Barat beberapa desa fokus ke kopi, Desa Lembang Lohe, Tellu Limpoe fokus pengembangan pisang, desa lain juga bisa menentukan potensinya agar perangkat daerah bisa memberikan bantuan,” tambah Irwan.

Sementara itu, Kepala BPS Sinjai, Arif Miftahuddin mengungkap, tahun depan banyak anggaran digelontorkan dalam rangka reformasi perlindungan sosial. Untuk itu Presiden RI, Joko Widodo meminta agar akurasi data penerima bantuan lebih baik dari sebelumnya.

BACA JUGA:
Porpov 2022 Jadi Sarana Promosi Kuliner Khas Sinjai

Dinkes Sinjai Tingkatkan Kapasitas Petugas Kesehatan dalam Pelayanan Terpadu PTM

Sehingga, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pendataan registrasi sosial ekonomi dengan turun langsung ke masyarakat. “Makanya kami angkat judul kolaborasi bersama karena kami tidak bisa melakukan sendiri, perlu kerja sama, terutama pemangku wilayah, baik Bupati, Camat, Lurah atau Kepala Desa,” jelasnya.

Sekadar diketahui berdasarkan data BPS Sinjai, angka kemiskinan di bawah kendali Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa terus mengalami penurunan. Terbukti, pada tahun 2018 berada pada angka 9,28 persen. Lalu turun pada tahun 2019 pada posisi 9,14 persen. Kemudian, tahun 2020 kembali turun pada angka 9,00 persen. Sementara tahun 2021 berada di posisi 8,84 persen. (And)

Komentar Facebook

Komentar