oleh

Minimalisir Kasus Gizi Buruk di Sinjai, Dinkes Bekali Petugas Gizi dan Bidan ‘Pelatihan Investigasi Penanggulangan Kasus Gizi Buruk’.

Kabarsinjai.com – Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan produktif maka diperlukan status gizi yang optimal.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sinjai, dr. Andi Suryanto Asapa saat membuka Pelatihan Investigasi Penanggulangan Kasus Gizi Buruk di Aula Hotel Rofina Jalan Jenderal Soedirman. Kamis, (29/03/2018).

Ket; Peserta Pelatihan Investigasi Penanggulangan Kasus Gizi Buruk yang berjumlah 48 orang, di Aula Hotel Rofina Jalan Jenderal Soedirman. Kamis, (29/03/2018).

Dihadapan puluhan petugas Gizi dan Bidan Desa yang tersebar 16 Puskesmas Se-Kabupaten Sinjai, dr. Andi Suryanto Asapa atau yang lebih akrab disapa dr. Dedeth ini menjelaskan bahwa pergeseran paradigma dari survival ke peningkatan kualitas hidup anak dan ibu, pembinaan Gizi, Kesehatan Anak dan ibu lebih di prioritaskan kepada Preventif dan Promotif sebagai Upaya peningkatan kualitas dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya di Puskesmas.

Lebih lanjut dikatakan gizi buruk dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental, sehingga tentu akan mudah terkena penyakit atau bahkan meninggal dunia akibat efek sampingnya.

“Orang yang menderita gizi buruk akan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Seseorang dapat terkena gizi buruk dalam jangka panjang ataupun pendek dengan kondisi yang ringan ataupun berat, begitu juga dengan anak – anak yang menderita gizi buruk, pertumbuhannya jelas akan terganggu, biasanya mereka tidak tumbuh seperti yang seharusnya, dengan berat badan di bawah normal,” tandasnya.

Kerena itu, kata dr. Dedeth untuk mencegah terjadinya hal tersebut maka dibutuhkan kegiatan yang dapat menilai dan menganalisis penyebab terjadinya gizi buruk dan gizi kurang berupa kegiatan investigasi pada kasus gizi buruk dan gizi kurang yang diperkirakan terjadi di masyarakat sehingga kejadian tersebut tidak terulang.

Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sinjai, Hj. Duhaniar Tadjuddin dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya gizi buruk dan gizi kurang berupa kegiatan investigasi yang diperkirakan terjadi di masyarakat.

Kegiatan yang digelar selama sehari, dan berkala selama 4 kali di Tahun 2018 ini menghadirkan Narasumber dari Dinkes Provinsi Sulsel dan pemateri dari Dinkes Sinjai. (*)

Editor : Irawan.

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU