oleh

Mudahkan Warga Dapatkan Jaminan Kesehatan, Pemkab Sinjai Tak Batasi Kuotanya BPJS

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Masyarakat Bumi Panrita Kitta julukan Kabupaten Sinjai, kini lebih mudah untuk mendapatkan jaminan kesehatan.

Melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai telah berkomitmen untuk tidak membatasi kuota asuransi jaminan kesehatan kepada warganya.

Bahtiar yang merupakan warga Kecamatan Sinjai Selatan telah membuktikan kemudahan saat ia membantu keluarganya untuk mendapatkan kartu jaminan kesehatan.

Ia menceritakan bahwa sebelumnya, sejumlah persyaratan harus disiapkan untuk bisa terdaftar sebagai peserta BPJS gratis atau iurannya ditanggung oleh Pemkab Sinjai.

BACA JUGA: Dampingi Sekjen Gerindra, ASA Bersepeda Keliling Kota Makassar

Salah satunya, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Pemerintah Desa atau Kelurahan. Lalu dibawa ke Kantor Dinas Sosial Sinjai untuk mendapat rekomendasi.

Sementara SKTM kerap susah diperoleh lantaran pendaftaran BPJS Kesehatan gratis dibatasi waktu itu.

Namun, sangat berbeda yang dirasakan saat ini. Cukup membawa selembar fotokopi Kartu Keluarga (KK), rekomendasi dari Dinas Sosial langsung bisa diperoleh untuk diserahkan ke kantor BPJS Kesehatan.

“Memang sangat mudah sekarang, tidak butuh waktu lama kita sudah bisa kantongi kartu BPJS kesehatan dan langsung aktif,” ungkapnya. Minggu, (10/10/2021)

BACA JUGA: Kurangi Kesenjangan Ekonomi, Begini Cara Pemkab Sinjai Berdayakan Perempuan

Selain itu, kemudahan lainnya yang ia peroleh saat istrinya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai. Padahal, dia belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Sehingga, dia diberi kesempatan untuk mengurus melalui gerai yang disiapkan di rumah sakit. Dengan harapan istrinya tidak berstatus sebagai peserta umum di rumah sakit.

“Saya tidak bisa bayangkan berapa biaya yang saya bayar ketika berlaku umum, karena diberi kesempatan mengurus BPJS kesehatan sehingga sepeserpun tidak ada saya bayar,” urainya.

Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) mengatakan, tahun ini pihaknya menggelontorkan anggaran sekitar Rp53 miliar untuk membayar iuran BPJS Kesehatan warganya. Dimana jumlahnya berkisar 60 ribu peserta.

Selain itu, ia memberi ruang kepada masyarakat Sinjai untuk mendaftar BPJS Kesehatan gratis. Dimana iurannya ditanggung oleh pemerintah. Dengan catatan fasilitas yang diperoleh dalam pelayanan adalah kelas III.

BACA JUGA: Program IB Dongkrak Pendapatan Peternak Sapi di Sinjai

“Semua ini kami lakukan agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan prima tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun,” kuncinya.

Namun, lain halnya yang terjadi di Kabupaten Bone. Dinas Kesehatan (Dinkes) Bone justru menutup kuota pelayanan BPJS bagi yang baru mau mendaftar. Alasannnya, masih sementara pendataan.

Kabid Yankes Dinkes Bone, Said mengatakan, untuk saat sekarang ini masih proses pendataan, karena dana dari pemerintah saat ini hanya tersedia Rp102 miliar, padahal biaya yang dibutuhkan sebanyak Rp108 miliar.

“Untuk saat sekarang ini kita batasi kuota. Karena pembiayaan dari pemerintah tidak cukup,” tandasnya. (Tim)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU