oleh

Nelayan Sinjai Tangkap Tangan Nelayan Bone Gunakan Pukat Harimau, Diseret ke Polisi Deh..

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Nelayan Larea-rea, Kelurahan Lappa, kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, bersama angkatan Laut, telah mengamankan tiga orang nelayan, warga Kabupaten Bon, saat hendak melakukan penangkapan ikan dengan cara ilegal, Rabu (26/12/2018).

Ketiganya masing-masing berinisial DN, JK dan DI, Nelayan asal Desa Massangkae, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.

Baca Juga: Diduga Mengalami Kelainan Jiwa, Seorang Warga di Sinjai Diamankan Polisi

Mereka diamankan bersama alat tangkap jenis Trawl (Pukat Harimau) saat hendak mengunakan alatnya, di perairan antara Kabupaten Sinjai dengan Kabupaten Bone.

Penangakapan ikan secara ilegal, memang oleh masyarakat nelayan Sinjai, dinilai sangat meresahkan apalagi mempengaruhi hasil tangkapan mereka, selain itu tentunya dapat merusak ekosistem, sehingga hal ini pula pernah diaspirasikan di DPRD, kemudian ditindaklanjuti dengan rapat dengar pendapat di kantor Bupati Sinjai beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Sapa Emak-emak dan Sejumlah Pedagang di Pasar Sinjai, Ini Kata Sandiaga Uno

Ahmad Tang, salah satu warga, yang juga selaku pendamping masyarakat nelayan, menegaskan bahwa pihak terkait harus menuntaskan kasus ini, jangan sampai Masyarakat akan bertindak sesuai yang menurutnya benar.

“ Ini jelas melanggar pasal 85 Undang-undang (UU) nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, dan harus ditindak,” tegas Ocha, sapaan akrabnnya yang juga pengurus Kopel Sinjai.

Sementara, Kadis Perikanan Sinjai, Sultan H Tare, yang ditemui mengatakan jika setelah dirinya melihat kenyataan dilapangan maka pihaknya akan melaporkan pelaku kepihak yang berwajib dalam hal ini Polairud atau Polres Sinjai untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga: Unjuk Rasa di Bundaran Tugu Sinjai Bersatu, Ini Tuntutan PC IMM Kepada Presiden

” Jadi kita akan laporkan ke pihak berwajib untuk menangani, karena sebelumnya saya juga telah berkoordinasi dengan dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Bone namun Kadisnya mengaku sudah angkat tangan, sebab sudah lama mereka sampaikan bahwa menggunakan alat tangkap semacam ini tidak boleh digunakan,”

Begitupula kepala Desa Awang Tangka, mengaku telah angkat tangan karena beberapa kali telah menyampaikan untuk tidak menggunakan alat tangkap itu karena cukup meresahkan nelayan khususnya yang ada di larea-rea ini.

Lebih lanjut pihaknya mengapresiasi kepada masyarakat nelayan Larea-rea yang selama ini menginginkan alat tangkap ini tidak digunakan tetapi toh tetap digunakan, sehingga mereka melakukan koordinasi dengan Angkatan Laut.

Baca Juga: Peduli Korban Tsunami di Selat Sunda, GMK IAIM Sinjai Galang Dana

” Inilah membuktikan bahwa apa yang diresahkan masyarakat selama ini betul-betul ada,” Pungkasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP. Noorman, saat ditemui setelah 3 orang tersebut digiring ke Mapolres Sinjai, untuk diamankan, mengaku akan menindak lanjuti laporan warga.

“Kita akan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dulu,” Kuncinya. (*)

Editor/Bahar.

Komentar Facebook

BERITA TERBARU