oleh

Opini: Kesehatan Mata Diantara Dambaan Dan Ancaman

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Panggil saja dia dengan nama kevin. Siswi kelas IV sekolah dasar.  Ia senang bersekolah. Setiap pelajaran di ikuti antusias. Cita-citanya ingin jadi tentara berbadan tegap  memanggul senjata dan membanggakan orang tua.

Suatu hari tiba-tiba pandangan matanya kabur. Ia samar-samar melihat bapak guru menulis di papan tulis. Seperti kabut silau dengan obyek tak tampak. Hanya suara jelas terdengar. Hari berikutnya ia menyadari, menjadi tentara adalah harapan yang tak kesampaian.

Penyakit mata di Indonesia bukan pembunuh nomor 1 sebagaimana penyakit jantung. Jumlah gangguan penglihatan sesuai data Kementerian Kesehatan sebesar 0,4 % dari jumlah penduduk Indonesia. Setarakan dengan jumlah penyakit jantung yang  mencapai 12,9 % tentu tidak berimbang.

Baik penyakit jantung dan mata, keduanya dominan disebabkan pola hidup keliru dan miskin asupan gizi. Bedanya ,aktivitas akan lebih berdampak pada penyakit mata dibandingkan penyakit jantung.  Kegiatan terbatasi pada orang yang mengalami gangguan penglihatan baik durasi dan kualitas dibanding pengidap penyakit jantung.

Bukti penyakit mata membatasi kegiatan terlihat dari pola penerimaan mahasiswa baru beberapa perguruan tinggi di Indonesia mensyaratkan kondisi mata sehat.

Di yakini penyakit mata berimplikasi terhadap keterbatasan mobilitas.  Tetapi ini tidak sepenuhnya bebas dari perdebatan karena kualitas mata tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan nalar dan semangat menyerap pendidikan.

Prediksi lonjakan penyakit gangguan mata pada tahun 2020 sebesar 2x lipat  dihadang dengan lahirnya aplikasi Sistem Informasi Penanggulangan Gangguan Penglihatan Nasional (Sigalih).

Harapannya, melalui aplikasi ini deteksi dini  gangguan penglihatan bisa diwujudkan  sekaligus melaksanakan upaya promotif dan preventif agar tidak sampai di level penyakit mata.

Kegiatan bertajuk Hari Penglihatan Sedunia yang diperingati oleh Kementerian Kesehatan pada tanggal 8 Oktober 2019 masih merupakan tugas besar yang menjadi beban Indonesia untuk dituntaskan.

Berdasarkan data 2019, katarak menjadi faktor terbesar penyebab kebutaan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh ketua Perdami (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia) M.Siddik dalam acara diskusi Kemenkes beberapa waktu lalu.

Negara Indonesia sebenarnya sangat serius dalam menangani masalah gangguan penglihatan. Faktanya Indonesia memiliki komitmen yang dibuktikan dengan Peta Jalan (Roadmap) penanggulangan Gangguan Penglihatan 2018-2030.

Program ini merupakan turunan dalam mewujudkan Visi 2020 bahwa setiap orang berhak untuk melihat. Menteri Kesehatan Nila Moeloek berpesan kepada masyarakat  untuk tidak mengabaikan gangguan penglihatan sekecil apapun dan mengimbau untuk memeriksakan kesehatan mata secara rutin di fasilitas kesehatan.

Sejujurnya, sebagian penyakit penglihatan merupakan hasil perselingkuhan perkembangan tekhnologi dan kultur tidak sehat. Menurut Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), pemicu penyakit penglihatan bisa disebabkan paparan cahaya layar ponsel  terus menerus. Menatap ponsel berjam-jam setiap hari  berdampak langsung pada menurunnya kesehatan mata, apalagi bila tidak di imbangi dengan makanan tinggi vitamin A.

Ironinya banyak anak-anak lebih nyaman menatap layar ponsel dibandingkan menatap wajah orangtuanya. Tanpa disadari , pisau gangguan penglihatan siap menusuk dari belakang bila orang tua tak menerapkan pola ketat pembatasan pemakaian ponsel terhadap anak.

Jadi sebelum ini terealisasi, para orang tua harus terlebih dahulu memberi contoh memperlakukan ponsel dengan tepat. Karena bila tidak, maka anda sebagai orang tua akan menyesal seumur hidup.

Kesadaran terhadap gangguan penglihatan dapat di mulai dengan mengenali situasi mata lelah akibat masa kerja  lama dan tidur pendek. Mata ibarat mesin yang membutuhkan waktu istirahat.

Nilai pentingnya akan berkurang bila mata dipaksa bekerja melebihi kapasitas. Pendeknya, bijaklah dalam menjaga kesehatan mata agar tidak beresiko terkena gangguan penglihatan. Aturlah diet penglihatan dengan menyeimbangkan asupan makanan sehat dan pola kerja yang benar.

Pada akhirnya, seiring pertambahan usia kesehatan mata semakin menurun. Olehnya memungkinkan  persiapan kesehatan mata sejak dini sehingga gangguan penglihatan tidak parah saat lanjut usia. Seperti kata pepatah, apa yang ditanam hari ini, itulah yang dipanen di masa mendatang.

Selamat hari penglihatan sedunia. Selamat menjaga kesehatan mata anda.

Penulis : Drg.Irfan Aryanto Puskesmas Lappae, Kabupaten Sinjai.

“Ditulis dalam rangka peringatan hari Penglihatan Sedunia tanggal 10 Oktober 2019”

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU