Over Target, Intip Realisasi PBB-P2 Sinjai Disini

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Penerimaan Pendapatan Asli daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) tahun 2020 over target.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sinjai, Asdar Amal Darmawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/12/2020)

Menurut Asdar, berdasarkan data per tanggal 30 November 2020, total penerimaan PBB-P2 di Bumi Panrita Kitta diangka 104 persen.

Jika dirupiahkan, total penerimaan PBB-P2 Kabupaten Sinjai tahun ini, kata dia, sebesar Rp4,83 miliar lebih. Sementara target yang telah ditetapkan di APBD tahun 2020 hanya sekitar Rp4,65 Miliar lebih.

BACA JUGA: Tahun 2021, Alokasi DAK Fisik Sinjai Terbesar di Sulsel

“Berdasarkan target PAD tahun 2020 untuk PBB-P2 itu sudah diatas rencana penerimaan atau 104 persen”, pungkas Asdar yang juga mantan Kepala Balitbangda Sinjai.

Lebih lanjut dikatakan, progres realisasi pendapatan di sektor ini salah satunya karena kesadaran masyarakat atau wajib pajak di Sinjai terus meningkat. Meski pelayanan langsung seperti Jumpa Dara Muda’ (Bayar PBB Anda kami akan berkunjung melayani pemecahan penggabungan dan mutasi objek pajak anda) yang setiap tahunnya dilakukan ditiadakan karena suasana pandemi.

“Memang kita tidak melakukan pelayanan langsung ke Desa karena pandemi agar menghindari kerumunan tapi bagaimana kami mendorong Desa agar mengoptimalkan penagihan melalui tim khusus yang kami bentuk”, tandasnya.

BACA JUGA: 13 Ribu Ekor Sapi Telah di IB, Upaya ASA Dorong Sinjai Sentra Peternakan KTI

Kendati demikian, pihaknya terus memantau progres realisasi pendapatan berdasarkan pokok ketetapan tahun 2020 sebesar Rp5,13 miliar lebih atas 241.904 obyek pajak yang kini diangka 93,24 persen dari total penerimaan PBB-P2.

“Masih ada sisa waktu satu bulan sampai akhir tahun, kita mengupayakan menipiskan jarak realisasi dan pokok ketetapan yang diamanahkan untuk Bapenda Sinjai”, jelasnya.

Sebagai gambaran, penerimaan PBB-P2 per Desember 2019 lalu mencapai 103,12 persen. Jika dirupiahkan mencapai Rp4,74 miliar lebih dari target sebesar Rp4,6 miliar. Jumlah ini naik sekitar 3 persen lebih. (Ay)