oleh

Pemilik Sapi Berkeliaran di Sinjai Bisa Dijerat Pidana Kurungan Penjara

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kabupaten Sinjai, tegas bakal menindaklanjuti setiap temuan ternak sapi bebas berkeliaran di dalam kota Sinjai. Tidak hanya ditangkap dan di bawa ke kandang dan diberi tanda pengenal (airtag), namun juga akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Kepala Bidang (Kabid) Trantibum Dinas SatPol PP dan Damkar Sinjai, M Nur Adri, mengatakan pihaknya tetap akan menerapkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2015 tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum) serta perlindungan masyarakat.

Sanksi yang diatur dalam Perda itu, kata dia mulai dari denda pemeliharaan sesuai bunyi pasal 51 ayat 1 disebutkan, ternak yang ditangkap dan telah ditahan pada tempat yang telah ditentukan maka dikenakan biaya pemeliharaan atau pengamanan dari pemiliknya. Rp50 ribu untuk ternak sapi dan Rp30 ribu untuk kambing.

Selanjutnya, pasal 101 setiap orang atau badan yang melanggar ketentuan dalam Peraturan Daerah ini, diancam sanksi dipidana dengan pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling sedikit Rp1 Juta dan paling banyak Rp50 juta.

Baca juga: 7 Ekor Sapi yang Ditangkap Satpol PP Sinjai Belum Diketahui Pemiliknya, Berpotensi Jadi Milik Pemda

Adri mengaku, kebijakan ini segera disosialisasikan kembali ke pemilik sapi dengan melibatkan aparat kepolisian resor (Polres) Sinjai terkait sanksi pidana yang tertuang dalam Perda tersebut.

Petugas akan memberikan waktu kepada pemilik ternak untuk mengamankan ternaknya untuk dikandangkan agar tidak bebas berkeliaran. Sebab, setelah sosialisasi dilakukan sanksi yang dimaksud akan diberlakukan kepada pemilik sapi yang ternaknya masih kedapatan berkeliaran dan mengganggu ketertiban umum.

“Kita sudah ada datanya pemiliki sapi di Sinjai Utara, ini akan kita sosialisasikan kembali insya Allah pekan depan dan kita terapkan. Kita tidak bisa lagi mengambil langkah persuasif. Sanksinya maksimal kurungan penjara 6 bulan termasuk denda maksimal Rp50 juta,” katanya, Rabu (31/8).

Pihaknya menegaskan, Pemerintah tidak melarang warganya untuk memelihara ternak tapi dengan catatan harus dilengkapi dengan kandang sehingga tidak ada ternak yang dilepas liarkan dan mengganggu trantibum di tengah masyarakat.

“Yang berkeliaran ini memang tidak punya tali, kami menduga memang disengaja dilepas makanya harus kita tindak tegas biar tidak lagi melepas liarkan sapinya sampai menggangu ketentraman serta ketertiban umum,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati ASA Apresiasi Baznas Sinjai Telah Bentuk UPZ di Desa dan Kelurahan

Dia juga menghimbau warga apa bila menemukan sapi dan kambing yang berkeliaran dalam kota Sinjai segera menghubungi layanan telpon aduan di nomor 082193480357. “Silahkan dilaporkan kepada kami melalui Hotline Aduan yang telah kita siapkan,” bebernya.

Sebelumnya, petugas Satpol PP Sinjai menangkap tujuh ekor sapi di Kecamatan Sinjai Utara. Memang pemandangan sapi bebas berkeliaran di jalan raya salam kota Sinjai sangat memprihatinkan. Bahkan, tidak sedikit berkeliaran di jalan raya hingga mengakibatkan pengguna jalan kecelakaan. (tim)

Komentar Facebook