oleh

Pencegahan Stunting di Sinjai Kini Fokus Tangani Aksi Ke-7

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Dalam menangani persoalan stunting mesti dilakukan 8 aksi konvergensi.

Di Kabupaten Sinjai, kini pemerintah tengah melakukan aksi ke-7, yaitu pengukuran data dan publikasi stunting.

Hal itu terlihat saat Pemkab Sinjai menggelar pertemuan publikasi hasil pengukuran data stunting yang dibuka langsung Kepala Bappeda Sinjai, Irwan Suaib di Aula Wisma Sanjaya. Jumat, (19/11/2021)

Pertemuan tersebut adalah upaya pemerintah untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan Puskesmas, Kecamatan dan hingga Desa.

BACA JUGA: Pendaftar Beasiswa Pemkab Sinjai Meningkat di Tahun 2021

Dalam sambutannya, Irwan menyampaikan, salah satu sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang Kesehatan 2020-2024 adalah meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat dengan menurunkan prevalensi stunting pada anak balita (anak umur dibawah 2 tahun) menjadi hanya 19 persen di tahun 2024.

Karena itu, kebijakan penanggulangan stunting antara lain diarahkan melalui strategi intervensi gizi sensitif dengan keterlibatan lintas sektor yang dilakukan dengan berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan seperti penyediaan air bersih, sanitasi, pendidikan gizi, serta ketahanan pangan dan gizi.

Selanjutnya dilakukan pula dengan pendekatan strategi Intervensi Gizi Spesifik melalui peningkatan upaya perbaikan gizi masyarakat dengan pendekatan Confinum of Care yang dilakukan pada setiap siklus kehidupan terutama sejak 1.000 hari pertama kehidupan.

“Dengan demikian kegiatan pembinaan gizi masyarakat bertujuan meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan gizi keluarga untuk meningkatkan status gizi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita yang dilakukan melalui kegiatan promotif, preventif dan kuratif,” kata Irwan.

BACA JUGA: Pemprov Sulsel Canangkan KSB di Sinjai, Simulasinya Bikin Hadirin Terkesima

Secara garis besar, tujuan dari pengukuran dan publikasi stunting antara lain, mengetahui status gizi anak sesuai umur, sehingga dapat memantau kemajuan tumbuh kembang anak secara berkala.

“Pertemuan hari ini dimaksudkan untuk menyampaikan atau publikasi hasil pengukuran status gizi stunting di Sinjai sebagai bagian kegiatan dari 8 aksi konvergensi dalam rangka pencegahan stunting di Kabupaten Sinjai. Dan diharapkan menjadi sarana untuk sharing informasi untuk pencapaian indikator SDG di Sinjai,” kuncinya.

Pertemuan ini menghadirkan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Provinsi Sulsel, H. Muh Husni Thamrin sebagai narasumber. (Tim)

Komentar Facebook

BERITA TERBARU