oleh

Pentas di Pameran Expo, Sanggar Seni Rutan Sinjai Angkat Cerita “Mahkamah’ Akhirat

KABARSINJAI.COM, Sinjai – Penghuni neraka menggugat Tuhan di Mahkamah Akhirat karena mereka tak terima dilempar ke neraka.

Hal itu hanya sebuah naskah cerita yang dipentaskan oleh Sanggar Seni Bola Loppoe Rumah Tahanan Kelas IIB Sinjai, Sulawesi Selatan.

Dalam cerita berjudul ‘Mahkamah” yang diperankan oleh empat orang tokoh utama ini dipentaskan di Panggung Seni Rakyat Pameran Expo 2020, Lapangan Sinjai Bersatu, Jumat (21/2/2020) lalu.

Keempat tokoh itu, bernama Haji Malik sebagai tokoh utama, Halimah (Istri Haji Malik),  Ramlah (anak) dan Firman (anak).

Pembina Sanggar Seni Bola Loppoe sekaligus Sutradara dalam pementasan tersebut, Wajidi Hasbi mengungkapkan bahwa tema yang dipentaskan kali ini adalah ‘Mahkamah’. 

Keiikut sertaan dalam pementasan ini kata dia dalam rangka memerihkan Hari Jadi Sinjai (HJS) ke 456 Tahun.

Diceritakan, dalam kisah itu, suatu hari, Haji Malik sedang tertidur pulas di salah satu ruangan rumahnya setelah pulang dari tempat kerjanya. 

Setelah terbangun, Halimah menegurnya karena sedang merenung dan tampak pucat. Istri dan anak Malik kemudian mendesak menanyakan isi mimpi sang ayah tersebut.

Lihat juga: PP Sebut Perlu Peremajaan Instalasi Listrik Pasar Sentral Sinjai, Ini Alasannya

Haji Malik kemudian menceritakan isi mimpi buruk tersebut. Malik ungkap bahwa tetangganya yang bernama Haji Saleh baru saja meninggal dilempar masuk ke neraka olah malaikat, meski ia ahli ibadah. 

Dalam mimpi itu kemudian Haji Saleh memerotes Tuhan karena ia bersama penghuni lainnya dilempar ke neraka.

Maka mereka bangkit lalu melakukan protes, melakukan aksi gugatan dan akan menyogok di mahkamah tersebut karena merasa sedang tidak adil, sebab mereka ditempatkan ke neraka, padahal mereka mengaku telah cukup ibadahnya, peduli sesama dan anak yatim.

Namun Tuhan menolak upaya sogokan tersebut sebab mereka tetap membiarkan pejabat di pemerintahan korupsi, kolusi dan nepotisme lalu mereka tetap dijadikan sebagai penghuni neraka.

Atas kisah yang dipentaskan ini mendapatkan penghargaan dari juri dalam lomba pementasan Panggung Kesenian HUT ke 456 Kabupaten Sinjai.

Dengan penghargaan itu, Kepala Rutan Sinjai Ince Muh Rizal merasa bangga atas capaian yang diperoleh anak binaan Rutan Sinjai.

Tim Sanggar Seni Bola Loppoe ini melakukan proses latihan sejak Desember tahun 2019 lalu hingga menjelang pentas. (*)

Editor / Bahar

Komentar Facebook

BERITA TERBARU