oleh

Persoalan Jalan Tani Bungae Biji Nangka, Ketua Komisi 1 DPRD Bilang Begini..

Kabarsinjai.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sinjai (HIPPMAS) Sinjai Borong, Selasa (06/02/2018) siang kembali menggelar aksi damai di Halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sinjai.

Aksi ini dilakukan untuk meminta peranan wakil rakyat untuk menindaklanjuti perintisan jalan tani Bungae, yang dianggap merugikan pemilik lahan.

” Sebagai fungsi pengawasan harusnya Anggota Dewan Terhormat untuk turun langsung kelapangan melihat kasus ini, jangan lakukan pembiaran begitu saja,” kata Muhammad Saefullah Kordinator Lapangan.

Foto DPC HIPPMAS Sinjai Borong saat melakukan aksi di Halaman Kantor DPRD Sinjai.

Menanggapi aksi damai tersebut, Ketua Komisi I DPRD Sinjai, Andi Sabir yang menerima aspirasi dari DPC HIPPMAS Sinjai Borong mengungkapkan jika memang dianggap telah terjadi perampasan lahan, agar segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

Sementara untuk penggunaan anggaran dan transparansi anggaran, pihak DPRD Sinjai mengaku akan melakukan rapat dengar pendapat bersama pemerintah desa Biji Nangka dengan mengundang stackholder terkait.

” Masalah perampasan lahan silahkan melapor kepihak kepolisian, dan masalah penggunaan anggaran akan kita tindaklanjuti dengan rapat dengar pendapat, Kamis (08/02/2018) pekan ini sekira Pukul 14:00 Wita dengan mengundang pihak terkait, termasuk Kepala Desa dan Ketua BPD,” Jelasnya.

Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Fraksi Demokrat Dapil Sinjai Borong, H. Bahar yang mengapresiasi langkah dari DPC HIPPMAS Sinjai Borong yang berani mengambil sikap terhadap perintisan jalan tani Bungae.

” Saya hadir di Musrenbang Tahun lalu dan memang perencanaan yang tidak ada karena setahu saya jalan tani ini dipindahkan. Masih banyak lagi permasalahan di Desa Biji Nangka yang harus diselesaikan termasuk Lapangan Sepakbola Bontohala,” bebernya.

Sebelumnya aksi yang sama juga dilakukan DPC HIPPMAS Sinjai Borong di Kantor Desa Biji Nangka, Senin (05/02/2018) kemarin, yang menuntut jalan tani Bungae ditutup karena dianggap merugikan pemilik lahan masyarakat serta meminta konvensasi ganti rugi.

A. Mirza/Hilman.

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU