oleh

Plt Gubernur Keluarkan Edaran PPKM, Sinjai Masuk Level 3

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sinjai kembali berubah.

Dalam edaran Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang dilansir dari Bukamatanews.id, status Sinjai beranjak ke PPKM level 3.

Meski kasus terkonfirmasi aktif covid di Sinjai nihil, namun status PPKM yang disematkan untuk daerah berjuluk Bumi Panrita Kitta itu adalah PPKM level 3 yang sebelumnya berstatus di level 2.

Surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2021.

Beberapa poin dalam surat edaran itu antara lain menetapkan PPKM level 2 untuk sejumlah daerah yakni Kabupaten Pinrang, Enrekang, Luwu Timur, Toraja Utara, Kota Makassar, Kota Pare-Pare dan Kota Palopo.

BACA JUGA: Sanjung Program Beasiswa Pemkab Sinjai, PD Muhammadiyah Minta Kuotanya Ditambah

Sedangkan PPKM level 3 berlaku pada Kabupaten Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Gowa, Sinjai, Bone, Maros, Pangkajenne Kepulauan, Barru, Soppeng, Wajo, Sidenreng Rappang, Luwu, Tana Toraja, dan Luwu Utara.

Hal itu dikarenakan kata Plt Gubernur Sulsel, dalam surat edaran menyebut berdasarkan aturan pusat, indikator penetapan PPKM Kabupaten/Kota kini memasukkan cakupan vaksinasi dosis 1. Dengan demikian, PPKM Kabupaten/kota akan dinaikkan satu level apabila capaian total vaksinasl dosis 1 kurang dari 40%.

Sebelumnya, penetapan level mengikuti penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi yang dietapkan oleh Menteri Kesehatan.

BACA JUGA: Tanding Persahabatan PB Strategi Corbana Sinjai vs PB Pusda Bone, Dua Kadis Ikut Bermain

Kendati demikian, Kabupaten/kota dengan PPKM level 3 dapat melaksanakan sejumlah aktivitas meski masih terbatas.

Seperti melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas maksimal 50%. Kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB dan SMLB, MALB kapasitasnya maksimal 62% sampai dengan 200% dengan syarat, menjaga jarak minimal 1,5 meter dan diikuti paling banyak 5 peserta didik per kelas.

Kemudian untuk PAUD, maksimal 33% dengan menjaga jarak minimal 1,5m dan diikuti 5  peserta didik per kelas.

“Hal itu tertuang dalam Keputusan Bersama Menten Pendldlkan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 TAHUN 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 TAHUN 2021,” tutur Plt Gubernur Sulsel.

Sementara, pelaksanaan kegiatan sektor non esensial diberlakukan 50% maksimal staf WFO dengan protokol kesehatan secara ketat. Namun apabila ditemukan klaster penyebaran COVID-19, maka sektor yang bersangkutan ditutup selama 5 hari.

BACA JUGA: Buka Dikdas KOKAM Sinjai, Bupati ASA Didaulat Jadi Dewan Kehormatan

Adapun pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti, kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankant sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, proyek vital nasional dan industri tetap dapat beroperasl 100%. Namun diwajibkan mengatur jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Begitupula industri, diperbolehkan beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. Apabila ditemukan klaster,  industri bersangkutan ditutup selama 5 hari.

Komentar Facebook

BERITA TERBARU