oleh

Polemik Pembangunan Bumi Perkemahan Tahura, Konsultan Ungkap Fakta ‘Sebenarnya’

KABARSINJAI.COM, Sinjai, – Pembangunan bumi perkemahan di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Abdul Latief, menyita perhatian publik belakangan ini. Pasalnya, Bumi perkemahan yang baru saja dituntaskan tahun ini menuai sorotan dan aksi penolakan dari salah satu aliansi.

Konsultan pada pembangunan bumi perkemahan itu pun mulai angkat Bicara. Ia adalah Saktiawan, yang mengaku konsultan perencanaan dan pengawas pada pembangunan bumi perkemahan yang terletak di Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong itu.

Menurut Saktiawan, pembangunan bumi perkemahan Tahura telah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan hidup dalam hal ini Pemerintah Pusat.

Saktiawan menceritakan, awal mula pembangunan di kawasan Tahura pada tahun 2017 lalu. Seperti, pembangunan tribun, papan nama Tahura, pembangunan pagar dan pembangunan penataan area mushollah dan tempat wudhu Mushollah.

BACA JUGA: Mutasi 5 Pejabat, Muh Saleh Jabat Sekretaris Perindag & ESDM Sinjai

“Jadi Tahura itu mulai digarap sejak tahun 2017 lalu, itu sudah ada pembangunan tribun. Pada saat pembangunan tribun kondisinya masih kosong, kemudian kalau berhitung pada tahun itu jelas bahwa disitu ada kontraktor pelaksana, perencana dan pengawas pada proses pembanguan pada waktu itu,” ucap Om Sakti sapaannya. Selasa malam (17/11/2020)

Pada saat dirinya menjadi konsultan kata Sakti, pengawas di wilayah Kecamatan Sinjai Borong di Tahun 2017 itu tidak ada yang melakukan protes terkait hal itu. Padahal dimulainya pembangunan di tahun itu juga. Hal ini lah yang menjadi pertanyaan Sakti apakah ada U dibalik B?

“Kalau kemudian sekarang ada protes, kenapa di tahun 2020 dimana semua lesensi aturan undang-undang kemudian ada. Pemerintah tidak akan mungkin membangun disana (Tahura-Read) kalau tidak ada aturan yang di keluarkan oleh Kementerian,” jelasnya.

Pada saat terbukanya proyek di tahun 2017 konsultan pengawas dan perencana, disebutkan Saktiawan adalah Fandi yang juga sebagai Juru Bicara Aliansi Tahura Menggungat (ATM).

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU