Polisi Tangkap Belasan Mafia BBM Bersubsidi, Terancam 6 Tahun Kurungan Penjara

KABARSINJAI – Sebanyak 15 pelaku penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diringkus Ditreskrimsus Polda Banten.

Para pelaku yang diamankan itu berinisial ES (31), RJ (32), OA (58), LR (31), MK (35), NH (52), AY (20), DN (23), SP (49), AH (52), GN (31), BB (49), SR (30), dan SN (51).

Wadireskrimsus Polda Banten AKBP Wiwin Setiawan mengatakan 15 pelaku yang ditangkap atas penyalahgunaan BBM bersubsidi berasal dari sebelah kasus.

“BBM bersubsidi yang disalahgunakan berjenis Solar dan Pertalite,” ucap AKBP Wiwin, Rabu (31/1).

Wiwin menjelaskan pelaku membeli BBM bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menggunakan surat rekomendasi yang biasa digunakan para petani serta nelayan. “BBM bersubsidi itu kemudian dijual kembali dengan harga tinggi,” ujarnya.

Selain menangkap belasan pelaku pihaknya mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya sepuluh mobil, tujuh motor, 2.343 liter Solar, 5.471 liter Pertalite, dan lainnya.

“Aktivitas penyalahgunaan BBM bersubsidi itu sudah dilakukan kurun waktu enam bulan sampai satu tahun,” tutur dia.

Mantan kapolres Serang itu menegaskan atas perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagimana telah diubah Pasal 40 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

“Para pelaku diancam hukuman pidana paling lama enam tahun serta denda maksimal Rp 60 miliar,” kata dia. (mcr34/jpnn)