oleh

Pria Pengantar Air Galon Tewas Ditikam Pelanggannya Sendiri

KABARSINJAI.COM, Makassar, – Seorang lelaki ditemukan tewas dalam posisi terkapar di sebuah lorong, tubuhnya berlumuran darah, warga Jalan Dg Tata I, selanjutnya beramai-ramai mendatangi lokasi, Senin (14/9/2020)

Tidak lama berselang aparat kepolisian Polsek Tamalate bersama Tim Inafis tiba ditempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di Jalan Dg Tata 1 Blok V, Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, setelah menerima informasi, selanjutnya melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

Jasad korban kemudian dievakuasi, setelah petugas juga berhasil mengantongi indentitas dan ciri-ciri terduga pelaku, hari itu juga dilakukan penyergapan terhadap terduga pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Tamalate, AKP H. Ramli mengatakan, hasil identifikasi tehadap lelaki yang ditemukan tewas itu bernama Marcel usianya 24 tahun yang kesehariannya mengantar galon.

BACA JUGA: Pasca Kebakaran, Kios di Pasar Sentral Sinjai Dibangun Kembali Bulan ini

“Korban tewas setelah mendapat luka tikaman yang dilakukan oleh pelaku bernama Syamsul yang merupakan pelanggannya sendiri. Itu diketahui dari hasil penyelidikan dilakukan. Terungkap dari keterangan saksi-saksi serta jepretan CCTV saat pelaku menganiaya korban,” jelas AKP Ramli.

Dari kejadian itu kata Kanit Reskrim, pelaku berhasil diamankan pada hari itu juga, setelah sebelumnya disergap, selanjutnya pelaku digelandang ke Mapolsek Tamalate untuk menjalani pemeriksaan.

“Penuturan pelaku bahwa betul dirinya menikam korban. Itu dilakukan pelaku Lantaran kesal terhadap korban dimana pelaku sudah empat hari pesanannya (galon), tak kunjung diantarkan. Begitu melihat korban melintas pelaku langsung mencegatnya saat itulah pelaku menikam pada bagian punggung korban tembus ke jantung mengakibatkan korban seketika roboh hingga meregang nyawa,” kata Ramli.

BACA JUGA: Kedapatan Tak Pakai Masker, Sejumlah Warga Sinjai Kena Sanksi Sosial

Atas perbuatannya melenyapkan nyawa seseorang, Syamsul dijerat pada pasal 380 KUHPidana.

“Kalau tersangka merencanakan membunuh korban maka ia akan dijerat pasal 340 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Pelaku dan barang bukti berupa sebilah badik dan kamera CCTV sudah diamankan untuk diproses hukum lebih lanjut,” pungkas Kanit Reskrim. (Berita Bersatu)

Komentar Facebook
loading...

BERITA TERBARU